Sabtu, 30 Mei 2026

Pilpres 2024

Usul Khofifah Cawapres Anies, NasDem Tak Setuju AHY?

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Sohibul Iman mengatakan jika Partai NasDem mengusulkan Khofifah menjadi cawapres Anies.

Tayang:
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
Kanal Youtube Kemenko Polhukam RI
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut Partai NasDem mengusulkan Gubernur Jawa Timur yang juga aktivis NU Khofifah Indar Parawansa sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Anies Baswedan.

Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie alias Gus Choi mengatakan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) ingin menang di Pilpres 2024.

Gus Choi menyebut meski KPP sudah memiliki tiga partai (parpol) yang memenuhi persyaratan pencalonan presiden namun tetap membutuhkan kekuatan tambahan dari pihak luar koalisi.

"Selain sudah punya modal basis kekuatan 3 partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS, kita perlu tambahan basis kekuatan dari partai lain atau bahkan ormas yang memiliki sejarah yang panjang," kata Gus Choi kepada wartawan, Sabtu (25/3/2023).

Baca juga: Sinyal Khofifah Indar Parawansa Cawapres Anies Baswedan di Pilpres 2024, AHY Mulai Melunak?

Dia menegaskan KPP terbuka kepada pihak manapun yang ingin bergabung baik parpol maupun ormas.

"Makin banyak yang terlibat dalam Koalisi Perubahan makin bagus, makin afdol," ujar Gus Choi.

Terkait Khofifah disebut-sebut diusulkan NasDem sebagai cawapres Anies, Gus Choi enggan membantah.

"Saya tidak membenarkan atau menolak (soal NasDem usul Khofifah). Tetapi kita ingin terbuka dan mengajak kekuatan lain untuk gabung," ucap dia.

Lebih lanjut, dia meyakini mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah mengantongi nama cawapresnya.

"Soal siapa nama cawapresnya ada di hatinya Mas Anies," ungkap Gus Choi.

PKS Akui NasDem Usul Khofifah

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Sohibul Iman mengatakan jika Partai NasDem mengusulkan Khofifah menjadi cawapres Anies.

"Ya jelas dari PKS ada Kang Aher. Dari Demokrat ada AHY. Dari NasDem ada Bu Khofifah," ujarnya.

Sementara di luar itu, ada juga mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa dan Direktur Wahid Institute yang juga aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Yenny Wahid.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved