Prakiraan Cuaca
Info Peringatan Dini Kamis, 8 Juni 2023, BMKG: 22 Wilayah Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem
Berikut peringatan dini dari BMKG Kamis, 8 Juni 2023, 22 wilayah berpotensi terjadi cuaca ekstrem hujan lebat, kilat, angin kencang.
Penulis:
Oktaviani Wahyu Widayanti
Editor:
Arif Fajar Nasucha
TRIBUNNEWS.COM - Inilah informasi peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) besok, Kamis, 8 Juni 2023.
Dikutip dari bmkg.go.id, cuaca ekstrem terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
Menurut laporan dari BMKG, cuaca ekstrem terjadi di 22 wilayah di Indonesia.
Terpantau potensi hujan disertai kilat dan angin kencang akan terjadi di 5 wilayah.
Sedangkan potensi angin kencang terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Barat.
Selain itu di 15 wilayah lainnya juga akan mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Jawa Barat Kamis, 8 Juni 2023: Subang Cerah Berawan, Garut Hujan Sedang
Wilayah yang berpotensi terjadi angin kencang:
- Aceh
- Kep. Riau
- Jawa Tengah
- Yogyakarta
- Jawa Timur
Wilayah yang berpotensi terjadi hujan kilat/petir dan angin kencang:
- Nusa Tenggara Barat
- Sulawesi Barat
Baca juga: Cuaca Besok - BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat di 15 Wilayah pada Kamis, 8 Juni 2023
Wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
- Bengkulu
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Kep. Bangka Belitung
- Lampung
- Banten
Baca juga: Gempa Sukabumi hingga Cianjur Hari Ini, Analisis BMKG dan Wilayah yang Merasakan
- Jawa Barat
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Timur
- Maluku
- Papua Barat
- Papua
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Rabu, 7 Juni 2023, Potensi Hujan Lebat di Lampung hingga Banten
Pemicu Cuaca Ekstrem
Siklon Tropis Guchol terpantau di Laut Filipina sebelah Timur Filipina dengan kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot (74 km/jam) dan tekanan udara 998.0 mb yang bergerak ke arah Barat Barat Laut menjauhi wilayah Indonesia.
Sistem ini menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) dan membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Samudra Pasifik sebelah Timur Filipina.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah low level jet/konvergensi tersebut.
Daerah Konvergensi terpantau memanjang dari Bengkulu hingga Sumatera Barat, dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, dari Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Barat, dan di Papua.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.
(Tribunnews.com/Oktavia WW)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.