Pilpres 2024
Pengamat Nilai Ganjar Punya Komitmen dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi
Terkait dengan korupsi, dia menyebut banyak program Ganjar yang berhasil mengatasi korupsi di Jateng.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Mohammad Riza Widyarsa menilai Ganjar Pranowo merupakan sosok yang memiliki komitmen memberantas korupsi.
Menurutnya, hal itu bisa dilihat lewat berbagai tindakan nyata yang dilakukan Ganjar selama menjabat sebagai gubernur.
“Menurut saya, apa yang sudah dilakukan Pak Ganjar Pranowo itu memang baik sekali,” ujar Riza, Selasa (8/8/2023).
Riza berkata Ganjar memiliki etos ‘mboten ngapusi, mboten korupsi’ dan gubernur itu harus menjalankan amanah rakyat. Slogan itu, kata dia bukan sekedar basa-basi belaka.
Terkait dengan korupsi, dia menyebut banyak program Ganjar yang berhasil mengatasi korupsi di Jateng.
Misalnya, Ganjar membuat 29 desa antikorupsi. Kemudian memberikan penyuluhan dan pendidikan ke 23 sekolah di Jateng.
“Dan juga menurut KemenpanRB, beliau itu sejak menjabat sebagai gubernur di tahun 2018 dan lima tahun berturut-turut, itu mendapat predikat A pada sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan dari KemenpanRB,” ujarnya.
Dari itu, Riza berkata masyarakat bisa melihat apa yang dilakukan Ganjar, terutama dalam pencegahan anti korupsi itu sangat bagus. Sebab, dia berkata memang pencegahan sebenarnya perlu dilakukan oleh pemerintah.
“Karena memang pencegahan ini yang sangat ditonjolkan oleh Pak Ganjar jadi tidak hanya pemberantasannya, tetapi diutamakan pencegahannya. Bagaimana kita bisa menghilangkan korupsi di Indonesia kalau pencegahan tidak dilakukan,” ujarnya.
Riza berkata tantangan Indonesia ke depan adalah pemberantasan korupsi. Jika pemberantasan masih lemah maka tidak akan dapat terwujud Indonesia menjadi negara yang bersih dari korupsi.
Baca juga: Prabowo Dapat Karpet Merah, Caleg PSI Pendukung Ganjar Pilih Hengkang: Cederai Semangat Perjuangan
“Namun demikian ini yang dilakukan pada Ganjar adalah pencegahannya dan memang diperlukan Indonesia itu adalah pencegahan nanti korupsi yang menurut saya masih sangat kurang dilakukan,” ujar Riza.
“Yang kita lakukan adalah pemberantasannya, penindakannya, tetapi kalau pencegahan tidak ada kayak untuk selamanya yang dilakukan oleh aparat penegak hukum seperti KPK, kepolisian, dan kejaksaan itu hanya memberantas, memberantas tapi bagaimana dengan korupsinya sendiri itu mungkin juga akan tetap berlangsung,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ganjar-pranowo_31-juli.jpg)