Jumat, 22 Mei 2026

Cegah Serangan Siber, UIN Imam Bonjol Tingkatkan Perlindungan Keamanan di Dunia Digital 

Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat berupaya meningkatkan keamanan di dunia digital.

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
istimewa
CEO PT Nusantara Teknologi Maju, Herman Arsa pada acara Workshop Nasional Pertahanan Keamanan Data Siber di Majapahit Ballroom, Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (10/9/2023). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat berupaya meningkatkan keamanan di dunia digital.

UIN Imam Bonjol sedang membangun sebuah sistem dan infrastruktur berkonsep Smart Campus.

Ketua Tim Teknis Sarana dan Prasarana UIN Imam Bonjol, Dr. Arwendria, M.Si membataka internal kampus sudah saatnya untuk dapat lebih memahami pentingnya pengamanan serangan siber.

"Selama ini mungkin di kampus mana pun ada keinginan untuk peningkatan keamanan di dunia digital, tapi belum ada tindak lanjutnya," ujar Arwendria.

Hal tersebut diungkapkan oleh Arwendria dalam acara Workshop Nasional Pertahanan Keamanan Data Siber di Majapahit Ballroom, Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (10/9/2023).

UIN Imam Bonjol menggandeng salah satu  perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi, PT. Nusantara Teknologi Maju (NTM) dalam menerapkan program Fazia.

Fazia adalah suatu program security management yang berfungsi untuk memberikan pengamanan atas serangan kejahatan yang ada di dunia siber. 

"Saat ini memang di beberapa kampus UIN juga sudah menerapkan digitalisasi data meskipun masih hybrid. Contohnya, laporan kegiatan harian (LKH) yang sudah online untuk semua dosen dan tenaga pendidik," ujar Arwendria

"Jika itu terserang kejahatan siber, dikhawatirkan tidak dapat  menerima tunjangan. Belum lagi kalau kita bicara mengenai karya tulis para dosen, ada jurnal dan lainnya. Tak bisa diperkirakan berapa banyak kerugian jika dikonversikan dengan nilai uang," tambah Arwendria.

Sementara itu, CEO PT Nusantara Teknologi Maju, Herman Arsa mengatakan selama ini jika terjadi serangan siber di tingkat kementerian ataupun swasta kerap menganggap hanya firewall saja.

"Tetapi dengan adanya produk Fazia ini, dapat dianalogikan sebuah gedung itu pasti ada tembok dan pagar, tapi tidak cukup jika hanya pagar dan tembok. Namun dengan adanya Fazia ini dapat menjadi layaknya CCTV yang dapat memonitor, mendeteksi dan menganalisa serangan siber," ungkap Herman.

Dalam acara yang turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ini, Herman menjelaskan, Fazia merupakan teknologi buatan lokal yang tidak kalah dengan produk teknologi internasional yang bisa memberikan keamanan di dunia digital.

Dipilihnya UIN Imam Bonjol dalam kerjasama ini, lantaran kampus ini tengah membangun sebuah sistem dan infrastruktur berkonsep Smart Campus.

Menurut Herman, hal ini juga sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Kemenag.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved