Jumat, 29 Agustus 2025

DPR Sekarang Punya Tim Intelijen, Diisi Orang-orang Penting: Apa Bedanya dengan BIN dan BAIS?

Tugas utama Tim Pengawas Intelijen DPR ini adalah untuk mengawasi kinerja intelijen negara agar tidak melenceng dari tugas pokok dan fungsi kerjanya.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. koordinator Tim Pengawas Intelijen DPR. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPR RI kini punya badan intelijen sendiri yang bekerja di bawah kontrol pimpinan DPR.

Badan intelijen ini diberi nama Tim Pengawas Intelijen yang 100 persen merupakan bentukan DPR dengan orang-orang atau personil dari kalangan DPR juga. 

Tim Pengawas Intelijen ini dilantik oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, Selasa, 3 Desember 2024 kemarin.

Lalu ap bedanya dengan badan intelijen yang sudah ada dan saat ini dikelola negara saat ini seperti  Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, hingga Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri?

Tugas utama Tim Pengawas Intelijen DPR ini adalah untuk mengawasi kinerja intelijen negara agar tidak melenceng dari tugas pokok dan fungsi kerjanya.

Tim ini dipimpin oleh Sufmi Dasco Ahmad. Dasco sehari-hari adalah Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam).

"Nanti tugasnya bisa melakukan sinergi di antara semua kementerian/lembaga, sehingga hal-hal yang perlu kami antisipasi atau mitigasi, bisa dilaksanakan dengan baik dan benar," ujar Puan.

Pembentukan Tim Pengawas Intelijen ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara. 

Dalam Pasal 43 ayat (2) UU itu disebutkan bahwa pengawasan eksternal penyelenggara Intelijen Negara dilakukan oleh komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia yang khusus menangani bidang intelijen, dalam hal ini adalah Komisi I DPR.

Tim Pengawas Intelijen DPR Punya 13 Anggota

Tim Pengawas Intelijen DPR punya 13 anggota. Sebanyak 5 orang di antaranya menjadi pimpinan.

Kelima pimpinan Tim Pengawas Intelijen DPR adalah Utut Adianto, Dave Lasono, G. Budisatrio Djiwandono, Ahmad Heryawan, dan Anton Sukartono. 

Puan berharap Tim Pengawas Intelijen DPR dapat bersinergi dengan lembaga atau instansi terkait keintelijenan dengan sebaik-baiknya, seperti Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, hingga Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri.

Baca juga: Intelijen Israel Memberi Tahu Netanyahu Bahwa Perkembangan Terkini di Suriah adalah Positif

“Yang pasti harus ada sinergi dan koordinasi di antara semua pihak terkait agar bagaimana kita bisa membangun bangsa dan negara tanpa ada kesalahpahaman,” ucap Puan.

Tugas intelijen negara adalah untuk mendeteksi, mengidentifikasi, menilai, menganalisis, menafsirkan, dan menyajikan intelijen dalam rangka memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bentuk dan sifat ancaman yang potensial dan nyata terhadap keselamatan dan eksistensi bangsa dan negara serta peluang yang ada bagi kepentingan dan keamanan nasional.

Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/8/2019). Ahmad Heryawan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Iwa Karniwa dalam kasus dugaan suap pengurusan perizinan proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi.  TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ahmad Heryawan, satu dari lima pimpinan Tim Pengawas Intelijen DPR
Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan