Libatkan Warga, Pengelolaan Daur Ulang Bisa Kurangi Hingga 150 Ton Sampah Kemasan Plastik
Sampah kemasan yang telah terkumpul, kemudian diteruskan kepada mitra pengelola sampah untuk didaur ulang menjadi meja dan kursi.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Editor:
Muhammad Zulfikar
Hasiolan EP/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM - Kolaborasi berbagai pihak, termasuk pelibatan warga dalam pengelolaan sampah menjadi benda bernilai guna, terbukti efektif mengurangi jumlah timbunan sampah.
Hal itu dinyatakan Wisik Restu, Associate Vice President Legal, Compliance, IR dan Corporate Communications Kao Indonesia, produsen berbagai barang konsumsi dalam kemasan.
Baca juga: Pembiayaan Syariah Wujudkan Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik di Yogyakarta
Wisik menerangkan, sejumlah program berbasis komunitas dan masyarakat dalam kerangka strategi Environmental, Social, Governance (ESG) yang diinisiasi pihaknya, berhasil mengurangi sampah kemasan plastik sebanyak 150 ton per 2024.
Sebagai catatan, program-program berbasis komunitas ini sudah dijalankan perusahaan sejak tahun 2020 silam.
Baca juga: Hari Peduli Sampah Nasional 2025: Sejarah, Tema dan Logo HPSN 2025
Dalam implementasinya, program-program ini melibatkan aparatur pemerintahan setempat (local government), masyarakat, dan beberapa mitra pengelola sampah serta internal Perusahaan.
"Tentunya jumlah capaian ini akan terus bertambah sejalan dengan inisiatif-inisiatif lainnya yang sedang dan akan diimplementasikan," kata Wisik dalam penjelasannya, dikutip, Jumat (21/2/2025).
Satu di antara insiatif yang dijalankan pihaknya, kata dia, adalah program 'Berdayakan Gerakan Masyarakat Bijak Sampah'.
"Program ini bertujuan untuk mengajak Masyarakat terlibat langsung dalam mengurangi sampah rumah tangga untuk tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) atau landfill melalui edukasi kesadaran lingkungan, penyusunan program dan pembinaan Bank Sampah," paparnya.
Program ini memberdayakan 11 bank sampah yang berada di Kelurahan Cikoko, Jakarta Selatan secara berkelanjutan dengan 3 aktivitas utama.
Tiga aktivitas itu adalah edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, dukungan fasilitas pengelolaan sampah untuk bank sampah, serta program pilah dan kumpulkan sampah kemasan produk di bank sampah.
Sampah kemasan yang telah terkumpul, kemudian diteruskan kepada mitra pengelola sampah untuk didaur ulang menjadi meja dan kursi yang selanjutnya diserahkan kembali kepada masyarakat melalui Kelurahan Cikoko.
Selain membemberdayakan warga, Wisik juga menyebut pihaknya mengajak anak-anak usia sekolah sebagai agent of change dalam semangat Bijak Sampah, bagian dari inisiatif 'Kreatif, Aktif, Optimis' – Sekolah Sehat.
"Hal ini merupakan bagian dari proses 'bring knowledge into practical dan lebih peduli terhadap lingkungan melalui praktik langsung seperti memilah sampah," kata dia.
Dalam kegiatan ini, disediakan waste point di beberapa sekolah sebagai pilot project untuk anak-anak dapat mulai praktik bijak pilah sampah melalui hal sederhana di keseharian, yaitu dengan mengumpulkan kemasan bekas pakai produk untuk didaur ulang oleh mitra pengelola sampah menjadi benda bernilai guna yang kemudian diserahkan kembali kepada sekolah.
Baca juga: Terapkan Prinsip Zero Waste, Dua Perusahaan Ini Daur Ulang Hampir 3 Ton Sampah
Program Berkelanjutan
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya
A member of

Follow our mission at www.esgpositiveimpactconsortium.asia
Sungai Ciliwung di Wilayah Depok Jawa Barat Dilakukan Pembersihan untuk Cegah Banjir |
![]() |
---|
79 Ton Sampah Menumpuk di Jakarta Usai HUT RI, 1.800 Petugas dari Lima Wilayah Dikerahkan |
![]() |
---|
PGN Ajak Masyarakat Kelola Bank Sampah Sebagai Solusi Ekonomi dan Lingkungan |
![]() |
---|
Ini Penampakan Sampah Berserakan di Kawasan Monas Saat Pesta Rakyat HUT ke-80 RI |
![]() |
---|
Indonesia Targetkan Pengurangan Limbah Plastik 50 Persen pada 2025, Wamen LH Dorong Kolaborasi ASEAN |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.