Senin, 1 September 2025

Libatkan Warga, Pengelolaan Daur Ulang Bisa Kurangi Hingga 150 Ton Sampah Kemasan Plastik

Sampah kemasan yang telah terkumpul, kemudian diteruskan kepada mitra pengelola sampah untuk didaur ulang menjadi meja dan kursi.

HandOut/IST/Kao
PILAH SAMPAH - Seorang siswa sekolah mempraktikkan kegiatan pilah sampah sebagai proses awal pengelolaan sampah kemasan. Diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk dapat berkontribusi mengatasi persoalan sampah, baik dari pemerintah, sektor privat, komunitas, maupun masyarakat. 

Hasiolan EP/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM - Kolaborasi berbagai pihak, termasuk pelibatan warga dalam pengelolaan sampah menjadi benda bernilai guna, terbukti efektif mengurangi jumlah timbunan sampah.

Hal itu dinyatakan Wisik Restu, Associate Vice President Legal, Compliance, IR dan Corporate Communications Kao Indonesia, produsen berbagai barang konsumsi dalam kemasan.

Baca juga: Pembiayaan Syariah Wujudkan Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik di Yogyakarta

Wisik menerangkan, sejumlah program berbasis komunitas dan masyarakat dalam kerangka strategi Environmental, Social, Governance (ESG) yang diinisiasi pihaknya, berhasil mengurangi sampah kemasan plastik sebanyak 150 ton per 2024.

Sebagai catatan, program-program berbasis komunitas ini sudah dijalankan perusahaan sejak tahun 2020 silam.

Baca juga: Hari Peduli Sampah Nasional 2025: Sejarah, Tema dan Logo HPSN 2025

Dalam implementasinya, program-program ini melibatkan aparatur pemerintahan setempat (local government), masyarakat, dan beberapa mitra pengelola sampah serta internal Perusahaan.

"Tentunya jumlah capaian ini akan terus bertambah sejalan dengan inisiatif-inisiatif lainnya yang sedang dan akan diimplementasikan," kata Wisik dalam penjelasannya, dikutip, Jumat (21/2/2025).

Satu di antara insiatif yang dijalankan pihaknya, kata dia, adalah program 'Berdayakan Gerakan Masyarakat Bijak Sampah'.

"Program ini bertujuan untuk mengajak Masyarakat terlibat langsung dalam mengurangi sampah rumah tangga untuk tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) atau landfill melalui edukasi kesadaran lingkungan, penyusunan program dan pembinaan Bank Sampah," paparnya.

Program ini memberdayakan 11 bank sampah yang berada di Kelurahan Cikoko, Jakarta Selatan secara berkelanjutan dengan 3 aktivitas utama.

Tiga aktivitas itu adalah edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, dukungan fasilitas pengelolaan sampah untuk bank sampah, serta program pilah dan kumpulkan sampah kemasan produk di bank sampah

Sampah kemasan yang telah terkumpul, kemudian diteruskan kepada mitra pengelola sampah untuk didaur ulang menjadi meja dan kursi yang selanjutnya diserahkan kembali kepada masyarakat melalui Kelurahan Cikoko.

Selain membemberdayakan warga, Wisik juga menyebut pihaknya mengajak anak-anak usia sekolah sebagai agent of change dalam semangat Bijak Sampah, bagian dari inisiatif 'Kreatif, Aktif, Optimis' – Sekolah Sehat.

"Hal ini merupakan bagian dari proses 'bring knowledge into practical dan lebih peduli terhadap lingkungan melalui praktik langsung seperti memilah sampah," kata dia.

Dalam kegiatan ini, disediakan waste point di beberapa sekolah sebagai pilot project untuk anak-anak dapat mulai praktik bijak pilah sampah melalui hal sederhana di keseharian, yaitu dengan mengumpulkan kemasan bekas pakai produk untuk didaur ulang oleh mitra pengelola sampah menjadi benda bernilai guna yang kemudian diserahkan kembali kepada sekolah.

Baca juga: Terapkan Prinsip Zero Waste, Dua Perusahaan Ini Daur Ulang Hampir 3 Ton Sampah

Program Berkelanjutan

Halaman
12

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

asia sustainability impact consortium

Follow our mission at www.esgpositiveimpactconsortium.asia

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan