Jumat, 29 Agustus 2025

Pertemuan Prabowo dengan Megawati

Suasana Pertemuan Prabowo-Megawati, Aryo Seno: Akrab, Tak Ada yang Bisa Merusak Hubungan Keduanya

Begini suasana pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri. Aryo Seno menyebut pertemuan tersebut terjadi sangat akrab.

TRIBUNNEWS/IST
PRABOWO KUNJUNGI MEGAWATI - Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, pada Senin (7/4/2025) malam, di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pertemuan kedua tokoh ini adalah silaturahmi Hari Raya Idul Fitri. 

TRIBUNNEWS.COM - Politisi muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aryo Seno Bagaskoro mengatakan soal suasana pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri.

Diketahui pertemuan antar dua tokoh bangsa tersebut terjadi di kediaman Megawati di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2025) malam.

Aryo Seno menyebut, dalam pertemuan itu, hubungan antara Prabowo dan Megawati terjalin akrab.

"Jadi memang suasananya sangat akrab, bisa terbayang pada saat di acara Lebaran saling ketemu di satu momen hubungan kekeluargaannya sudah dekat," ujarnya mengutip tayangan YouTube TV One, Rabu (9/4/2025).

"Tidak ada pihak yang bisa merusak hubungan atau mengganggu hubungan antara Ibu Mega dan Prabowo, berdasarkan sejarah panjang beliau berdua," katanya lagi.

Seno tak menjelaskan secara pasti soal isi perbincangan Prabowo-Mega.

Namun dirinya menyebut arah pembicaraannya beragam, termasuk momen hangat saat Prabowo-Megawati saling memberikan parcel Lebaran 1446 H/2025.

"Obrolannya bisa macam-macam sekali termasuk bagaimana parcel lebaran yang saling diserahkan pada saat hari raya, itulah yang terjadi sehingga perbincangannya sangat flowing dan betul-betul genuine," lanjutnya.

"Jika pun ada perbincangan strategis tentang bangsa dan negara itu detail-detailnya terjadi dalam proses percakapan empat mata, yang betul-betul mengetahui detail itu adalah Pak Prabowo dan Ibu Mega," imbuhnya lagi.

Hubungan Baik Prabowo-Megawati

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Prabowo dan Megawati memiliki hubungan yang baik selama ini. 

Suasana pertemuan keduannya pun, kata Dasco, penuh keakraban selama sekitar 1,5 jam lamanya. 

Baca juga: Bertemu Megawati Secara Tertutup dan Tak Beri Tahu Jokowi, Prabowo Dinilai Ingin Jaga Harmoni

"Pertemuan penuh keakraban, kita dengar lebih banyak ketawa-ketawanya sih sebenarnya," kata Dasco. 

"Antara Pak Prabowo dan Ibu Mega memang hubungan selama ini baik-baik saja dan bersahabat, sehingga ya pertemuan semalam itu adalah pertemuan kekeluargaan, keakraban, dan hangat sehingga tak terasa waktu berjalan lumayan lama semalam dan banyak dibahas oleh kedua tokoh ini," ujarnya.

Dasco: Prabowo Tak Bicara ke Jokowi soal Pertemuan dengan Mega

Dasco mengatakan Prabowo tak berbicara terlebih dahulu kepada Presiden RI ke-7 Jokowi sebelum melakukan pertemuan tertutup itu. 

Sebab, menurut Dasco, pertemuan itu hanya silaturahmi yang bisa dilakukan oleh siapa saja. 

Ia mengatakan pertemuan dua tokoh bangsa itu, dalam rangka silaturahmi Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. 

"Saya rasa nggak ya (bicara dulu ke Jokowi). Ini kan pertemuan silaturahmi boleh dengan siapa aja," kata Dasco di kompleks parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2025). 

Jaga Perasaan Jokowi?

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menduga pertemuan senyap itu bisa jadi sebagai bentuk usaha Prabowo menjaga perasaan Jokowi

"Pertemuan tertutup itu juga bisa jadi dimaknai sebagai upaya menjaga perasaan Joko Widodo. Prabowo tak ingin dinilai menjauhi Jokowi," kata Jamiluddin, Selasa (8/4/2025).

Dia menilai pertemuan tertutup itu bisa untuk menjaga keseimbangan antara Jokowi dan Megawati. 

Politik seperti ini, lanjut Jamiluddin, dimaksudkan untuk menjaga harmonisasi hubungan Prabowo dengan Jokowi dan Megawati. 

"Hal itu dilakukan karena Prabowo penganut politik akomodatif. Prabowo ingin menjaga harmoni dengan merangkul semua tokoh nasional, termasuk Megawati dan Jokowi," ucap Jamiluddin.

Pertemuan Prabowo dan Megawati disebut terkesan disembunyikan dan lebih politis. 

Padahal, kata dia, pertemuan dua tokoh nasional itu seharusnya terbuka sebagaimana lazimnya di era demokrasi. 

"Karena itu, pertemuan tersebut sebagai ajang bargaining. Megawati bisa saja menginginkan kader PDIP tidak dioyok-oyok, seperti yang dialami Sekjennya Hasto," kata Jamiluddin.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati/Milani Resti Dilanggi/)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan