Rabu, 15 April 2026

Hari Pendidikan Nasional

Hari Pendidikan Nasional 2025: Sejarah, Tema dan Logo Hardiknas 2025, Beserta Link Download

Inilah sejarah, tema, dan logo Hardiknas 2025, beserta link downloadnya, diperingati setiap tanggal 2 Mei, yang tahun ini jatuh pada Jumat (2/5/2025).

bpmpkaltara.kemdikbud.go.id
PERINGATAN HARDIKNAS 2025 - Pengumuman surat edaran Mendikdasmen tentang peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025 diunduh Selasa (29/4/2025). Inilah sejarah, tema, dan logo Hardiknas 2025, beserta link downloadnya, diperingati setiap tanggal 2 Mei, yang tahun ini jatuh pada Jumat (2/5/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah sejarah, tema, dan logo Hardiknas 2025, beserta link downloadnya.

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei, yang tahun ini jatuh pada hari Jumat (2/5/2025).

Peringatan Hardiknas 2025 bertepatan hari lahir pahlawan pendidikan Indonesia, yakni Ki Hajar Dewantara.

Melalui Hardiknas 2025, pemerintah ingin menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme bagi seluruh insan pendidikan.

Lantas, bagaimana awal mula adanya peringatan Hardiknas 2025?

Simak sejarah tema dan logo Hardiknas 2025, sebagai berikut.

Sejarah Hardiknas

Dilansir website kemdikbud, sejarah Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2025 memang tak bisa dilepaskan dari sosok dan perjuangan Ki Hadjar Dewantara, sang pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda.

Ki Hadjar Dewantara yang memiliki nama asli R.M. Suwardi Suryaningrat lahir dari keluarga ningrat di Yogyakarta, 2 Mei 1889.  

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Ia mengenyam pendidikan di STOVIA, namun tidak dapat menyelesaikannya karena sakit. 

Akhirnya, Ia bekerja menjadi seorang wartawan di beberapa media surat kabar, seperti De Express, Utusan Hindia, dan Kaum Muda.

Selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau kaum priyayi yang bisa mengenyam bangku pendidikan.

Baca juga: 6 Lagu Wajib Nasional yang Cocok untuk Upacara Hardiknas 2025

Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. 

Ketiga tokoh ini kemudian dikenal sebagai “Tiga Serangkai”.

Ki Hadjar Dewantara memiliki semboyan yang selalu ia terapkan dalam sistem pendidikan. 

Semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi 'ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani'.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved