Jumat, 8 Mei 2026

Beasiswa Pendidikan

Jadwal Seleksi Beasiswa Kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir 2025, Pendaftaran Dibuka 1 Mei

Pendaftaran Beasiswa Kuliah di Al-Azhar Mesir 2025 akan dibuka pada tanggal 1- 9 Mei 2025, simak ini jadwal lengkapnya.

Tayang:
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Febri Prasetyo
Freepik
ILUSTRASI BEASISWA PENDIDIKAN - Foto ilustrasi Beasiswa Pendidikan ini diambil dari Freepik pada Kamis (30/1/2025). Pendaftaran Beasiswa Kuliah di Al-Azhar Mesir 2025 akan dibuka pada tanggal 1- 9 Mei 2025, simak ini jadwal lengkapnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran seleksi calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, tahun akademik 2025.

Seleksi diperuntukkan bagi lulusan Madrasah Aliyah, Pendidikan Diniyah Formal Ulya, dan satuan pendidikan muadalah yang memenuhi kriteria.

Pendaftaran hanya bisa dilakukan oleh calon mahasiswa yang belum berusia 30 tahun per tanggal 1 Mei 2025.

Nantinya proses pendaftaran calon peserta akan dibuka pada tanggal 1- 9 Mei 2025.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal beasiswa atau pengiriman pelajar semata, tetapi merupakan ikhtiar strategis dalam menyiapkan generasi ulama intelektual yang berwawasan global dan mampu menjawab tantangan zaman.

"Universitas Al-Azhar adalah simbol otoritas keilmuan Islam dunia. Dengan mengirim putra-putri terbaik bangsa ke sana, kita sedang menanam benih pemimpin masa depan yang mampu menjadi rujukan dalam menjembatani tradisi Islam klasik dengan dinamika peradaban modern," ujar Suyitno di Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Program seleksi ini bukan sekadar pengiriman pelajar, melainkan bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM unggul dan religius.

Dengan menanamkan akar keilmuan yang kuat di pusat-pusat peradaban Islam dunia, Indonesia memperkuat fondasi kepemimpinan keagamaan masa depan.

"Kami percaya, lulusan Al-Azhar akan menjadi bagian penting dari wajah Islam Indonesia yang ramah, moderat, dan mencerahkan," kata Suyitno.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menambahkan bahwa proses seleksi akan mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas.

Ia menegaskan bahwa para peserta akan diseleksi secara ketat oleh lembaga yang memiliki kredibilitas tinggi dalam pengembangan bahasa dan akademik.

Baca juga: Pendaftaran Sekolah Penyuluh Aktor Resolusi Konflik Dibuka, Ini Syarat dan Link Daftarnya

Seleksi dilakukan secara nasional oleh Konsorsium Pusat Bahasa (KPB) yang tersebar di 15 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia.

Proses seleksi menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) dan wawancara, dan dijadwalkan berlangsung pada Mei 2025.

"Ini bukan seleksi biasa. Kami ingin memastikan bahwa hanya pelajar yang benar-benar siap secara akademik dan mental yang akan mewakili Indonesia di Al-Azhar. Para peserta akan menghadapi ujian berbasis komputer yang terstandar, serta wawancara untuk menggali potensi dan kesiapan mereka," tegas Sahiron.

Setelah dinyatakan lulus seleksi nasional, nama-nama peserta akan diajukan ke Markaz Tathwir Ta’lim At-Thullab Al-Wafidin wa Al-Ajanib—lembaga resmi yang menangani mahasiswa asing di Universitas Al-Azhar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved