Minggu, 19 April 2026

Idul Adha 2025

Ayat Perintah Berkurban dalam Al-Quran: Surat Al-Kautsar dan Al-Hajj

Salah satu dasar penting dalam menjalankan ibadah ini adalah ayat perintah berkurban yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an. 

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Bobby Wiratama
Canva/Tribunnews.com
IDUL ADHA - Grafis dibuat di Canva Premium pada Minggu (25/5/2025). Ayat Perintah Berkurban dalam Al-Quran: Surat Al-Kautsar dan Al-Hajj 

TRIBUNNEWS.COM – Ibadah kurban adalah salah satu bentuk ketaatan seorang Muslim kepada Allah SWT yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha

Salah satu dasar penting dalam menjalankan ibadah ini adalah ayat perintah berkurban yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an. 

Ayat perintah berkurban juga menjadi dalil utama yang menunjukkan bahwa kurban bukanlah perbuatan sembarangan atau hanya berdasarkan budaya, tetapi merupakan ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah dan dicontohkan oleh para nabi.

Berikut adalah ayat perintah berkurban yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an, dikutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas):

1. Ayat Perintah Berkurban dalam Surat Al-Kautsar

Salah satu ayat perintah berkurban yang paling dikenal dan sering dibacakan adalah yang terdapat dalam Surah Al-Kautsar, tepatnya ayat ke-2:

"Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah." (QS. Al-Kautsar: 2)

Menurut tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menekankan pentingnya menggabungkan antara ibadah spiritual (shalat) dan ibadah sosial (kurban), karena daging kurban didistribusikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

2. Ayat Perintah Berkurban dalam Surat Al-Hajj

Selain dalam Surah Al-Kautsar, ayat perintah berkurban juga terdapat dalam Surah Al-Hajj ayat 36–37. 

Baca juga: Kurban atas Nama Orang Meninggal, Bolehkah Menurut Islam?

Berikut adalah firman Allah SWT:

"Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan darinya. Maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri dan terikat. Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagian darinya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta." (QS. Al-Hajj: 36)

Ayat ini menjelaskan tata cara menyembelih hewan kurban dan manfaat sosial yang terkandung di dalamnya. 

Hewan kurban merupakan bagian dari syi’ar Allah, yaitu simbol kemuliaan agama yang harus dihormati dan dijalankan dengan penuh kesadaran.

Pada ayat berikutnya, QS. Al-Hajj: 37, Allah menegaskan:

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya..."

Melalui ayat ini, ditegaskan bahwa yang dinilai dari kurban bukanlah sekadar daging atau darah hewan yang disembelih, tetapi ketulusan, niat, dan ketakwaan dari orang yang melaksanakannya.

(Tribunnews.com/Widya)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved