Minggu, 26 April 2026

Idul Adha 2025

Prediksi BMKG Penentuan Awal Dzulhijjah 2025

Prakiraan BMKG terkait penetuan jatuhnya awal bulan Dzulhijjah 2025 berdasarkan rukyat atau observasi hilal di 37 lokasi di Indonesia.

Tribunnews/JEPRIMA
PANTAUAN HILAL BMKG - Petugas memantau hilal di area pemantauan hilal Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (20/4/2023). Prakiraan BMKG terkait penetuan jatuhnya awal bulan Dzulhijjah 2025 berdasarkan rukyat atau observasi hilal di 37 lokasi di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut prakiraan BMKG terkait penetuan jatuhnya awal bulan Dzulhijjah 2025.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai institusi pemerintah yang salah satu tugas pokok dan fungsinya adalah memberikan pelayanan tanda waktu dan posisi bulan dan matahari. 

Dalam kalender yang digunakan manusia dalam pengaturan waktu sehari-hari adalah Bulan Qomariyah (bulan Hijriah) yang didasarkan pada keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi, dan Bumi bersama Bulan dalam mengelilingi Matahari. 

Penentuan awal bulan Hijriyah ini sangat penting bagi umat Islam karena berhubungan dengan waktu ibadah, terutama bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Oleh karenanya, BMKG memberikan pertimbangan secara ilmiah kepada stake holder (Kementerian Agama, dll) dalam penentuan awal bulan hijriyah. 

Selain memberikan informasi data-data Hilal hasil hisab (perhitungan), BMKG juga melaksanakan rukyat (observasi) hilal di 37 lokasi di Indonesia.

Pelaksanaan rukyat BMKG dapat disaksikan secara online (Live Streaming) di kanal https://hilal.bmkg.go.id/ setiap bulan.

Penentuan awal bulan Dzulhijah 2025/ 1446 H, BMKG menyampaikan informasi data-data Hilal (hasil Hisab) saat Matahari terbenam, yang dapat digunakan juga dalam pelaksanaan Rukyat (Observasi) Hilal.

Informasi yang disampaikan BMKG dari observasinya meliputi:

  1. Waktu Konjungsi (Ijtima’) dan Waktu Terbenam Matahari
  2. Peta Ketinggian Hilal
  3. Peta Elongasi
  4. Peta Umur Bulan
  5. Peta Lag
  6. Peta Fraksi Illuminasi Bulan
  7. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal
  8. Data Hilal saat Matahari Terbenam untuk Kota-kota di Indonesia

Merujuk data BMKG, ditampilkan informasi astronomis Hilal untuk seluruh kota di Indonesia saat Matahari terbenam pada hari Selasa, tanggal 27 Mei 2025.

Prediksi BMKG Penetuan Awal Dzulhijjah 2025

1. Penentuan awal bulan Zulhijah 1446 H, konjungsi akan terjadi pada:

Baca juga: Jadwal Sidang Isbat 1 Dzulhijjah 2025 dan 114 Titik Lokasi Pantau Hilal Kemenag

Selasa, 27 Mei 2025 M, pukul 3.2.15 UT atau Selasa, 27 Mei 2025 M, pukul 10.2.15 WIB atau Selasa, 27 Mei 2025 M, pukul 11.2.15 WITA atau Selasa, 27 Mei 2025 M, pukul 12.2.15 WIT.

Di wilayah Indonesia pada tanggal 27 Mei 2025, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.25.48 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.48.46 WIB di Sabang, Aceh. 

Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 27 Mei 2025 di wilayah Indonesia.

2. Secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Zulhijah 1446 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 27 Mei 2025.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved