Idul Adha 2025
Niat Mandi Keramas Puasa Tarwiyah dan Arafah: Arab, Latin dan Artinya
Meski mandi atau keramas tidak termasuk rukun puasa, namun disunnahkan untuk membersihkan diri sebelum menjalankan ibadah puasa.
TRIBUNNEWS.COM - Menjelang pelaksanaan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah pada 4 dan 5 Juni 2025, umat Muslim di berbagai daerah mulai mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual.
Salah satu bentuk persiapan tersebut adalah melakukan mandi (ghusl) atau keramas, sebagai bagian dari penyucian diri menyambut dua hari mulia di bulan Dzulhijjah.
Meski mandi atau keramas tidak termasuk rukun puasa, namun disunnahkan untuk membersihkan diri sebelum menjalankan ibadah puasa, terutama di hari-hari istimewa seperti Tarwiyah dan Arafah.
Mandi sunnah dapat dilakukan sebelum waktu subuh, terutama bila niatnya adalah untuk menyambut hari puasa dengan kondisi bersih dan segar.
Niat mandi bisa diucapkan dalam hati atau secara lisan.
Lafaz niat mandi keramas puasa Tarwiyah dan Arafah sama dengan niat mandi keramas secara umum, yakni:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala
Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah ta'ala.
Baca juga: Fadhilah Puasa Tarwiyah dan Arafah, 4 dan 5 Juni 2025
Panduan Lengkap Puasa Tarwiyah dan Arafah
1. Niat puasa Tarwiyah
Sebelum menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah kalian wajib terlebih dulu mengetahui doa niat puasanya.
Sebab, apa pun amalan yang tidak disertai niat maka tertolak.
Berikut doa niat puasa Tarwiyah dibawah ini:
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta ala. (Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta ala).
Adapun niat puasa hari Arafah sebagai berikut:
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta ala. (Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta ala).
2. Makan sahur
Sahur bukan hanya sekadar makan dan minum, tapi juga merupakan amalan sunah dianjurkan Rasulullah SAW.
3. Menahan Amarah dan Perbuatan Tercela
Menahan dan menjaga diri dari segala sesuatu yang membatalkan ataupun mengurangi pahala puasa, seperti bertengkar, berbohong, bergunjing, gosip (gibah).
4. Berbuka puasa
Menyegerakan berbuka ketika azan Magrib berkumandang, dengan membaca doa berbuka puasa:
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.
"Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang,".
(Tribunnews.com/Widya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Niat-Mandi-Keramas-Puasa-Tarwiyah-dan-Arafah-Arab-Latin-dan-Artinya.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.