Sabtu, 2 Mei 2026

Idul Adha 2025

Niat Mandi Keramas Puasa Tarwiyah dan Arafah: Arab, Latin dan Artinya

Meski mandi atau keramas tidak termasuk rukun puasa, namun disunnahkan untuk membersihkan diri sebelum menjalankan ibadah puasa.

Tayang:
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Sri Juliati
Canva/Tribunnews.com
IDUL ADHA - Grafis dibuat di Canva Premium pada Selasa (3/6/2025). Niat Mandi Keramas Puasa Tarwiyah dan Arafah: Arab, Latin dan Artinya 

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang pelaksanaan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah pada 4 dan 5 Juni 2025, umat Muslim di berbagai daerah mulai mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual. 

Salah satu bentuk persiapan tersebut adalah melakukan mandi (ghusl) atau keramas, sebagai bagian dari penyucian diri menyambut dua hari mulia di bulan Dzulhijjah.

Meski mandi atau keramas tidak termasuk rukun puasa, namun disunnahkan untuk membersihkan diri sebelum menjalankan ibadah puasa, terutama di hari-hari istimewa seperti Tarwiyah dan Arafah. 

Mandi sunnah dapat dilakukan sebelum waktu subuh, terutama bila niatnya adalah untuk menyambut hari puasa dengan kondisi bersih dan segar.

Niat mandi bisa diucapkan dalam hati atau secara lisan.

Lafaz niat mandi keramas puasa Tarwiyah dan Arafah sama dengan niat mandi keramas secara umum, yakni:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala

Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah ta'ala.

Baca juga: Fadhilah Puasa Tarwiyah dan Arafah, 4 dan 5 Juni 2025

Panduan Lengkap Puasa Tarwiyah dan Arafah

1. Niat puasa Tarwiyah

Sebelum menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah kalian wajib terlebih dulu mengetahui doa niat puasanya. 

Sebab, apa pun amalan yang tidak disertai niat maka tertolak.

Berikut doa niat puasa Tarwiyah dibawah ini:

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta ala. (Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta ala).

Adapun niat puasa hari Arafah sebagai berikut:

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta ala. (Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta ala). 

2. Makan sahur 

Sahur bukan hanya sekadar makan dan minum, tapi juga merupakan amalan sunah dianjurkan Rasulullah SAW. 

3. Menahan Amarah dan Perbuatan Tercela

Menahan dan menjaga diri dari segala sesuatu yang membatalkan ataupun mengurangi pahala puasa, seperti bertengkar, berbohong, bergunjing, gosip (gibah).

4. Berbuka puasa

Menyegerakan berbuka ketika azan Magrib berkumandang, dengan membaca doa berbuka puasa:

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.

"Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang,".

(Tribunnews.com/Widya)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved