Mahasiswa UGM Meninggal Saat KKN
Sosok 2 Mahasiswa KKN UGM yang Tewas Dalam Insiden Kapal Terbalik di Maluku Tenggara, Pribadi Cerdas
Terungkap sosok dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang meninggal dalam insiden kapal terbalik di perairan Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.
Penulis:
Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terungkap sosok dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang meninggal dalam insiden kapal terbalik di perairan Pulau Wahr, Ohoi Debut, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Selasa (1/7/2025).
Keduanya merupakan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM di Ohoi Debut.
Diketahui di Ohoi Debut ada 17 mahasiswa peserta KKN-PPM, 14 orang mahasiswa UGM dan 3 orang mahasiswa Universitas Pattimura.
Insiden kapal terbalik tersebut terjadi saat para mahasiswa UGM sedang menjalankan kegiatan Revitalisasi Terumbu Karang, bagian dari program KKN-PPM Unit Manyeuw.
Mereka menyeberang perairan dalam rangka mengambil pasir untuk bahan pembangunan Artificial Patch Reef (APR).
Baca juga: Kronologi Kapal Terbalik Menewaskan 2 Mahasiswa KKN UGM di Maluku Tenggara, Berawal Dari Ambil Pasir
Namun, saat mereka hendak kembali, ombak besar menghantam kapal yang mereka tumpangi sehingga kapal pun terbalik.
Berikut sosok dua mahasiswa UGM korban meninggal dunia dalam insiden kapal terbalik di Maluku Tenggara.
1. Septian Eka Rahmadi
Septian Eka Rahmadi merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM.
Eka merupakan mahasiswa asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Rustamadji mengatakan Eka dikenal sebagai pribadi yang cerdas, bersahaja, dan berkomitmen dalam proses belajar dan mengabdi untuk masyarakat.
Kehadirannya memberikan warna bagi lingkungan akademik Fakultas Teknik dan kampus secara lebih luas.
Baca juga: Dua Mahasiswa UGM Meninggal Dunia Dalam Insiden Kapal Terbalik Saat KKN di Maluku Tenggara
“Kami kehilangan sosok muda yang penuh potensi dan semangat. Semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga diberi ketabahan,” ujar Rustamadji dalam keterangan di situs UGM.
“Kepergiannya membawa duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan sahabat tetapi juga bagi rekan sejawatnya di KKN-PPM Unit Manyeuw,” ucapnya.
2. Bagus Adi Prayogo
Bagus Adi Prayogo merupakan mahasiswa Program Sarjana Fakultas Kehutanan UGM angkatan 2022.
Diketahui ia berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur.
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Rustamadji mengatakan Bagus Adi Prayogo ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (1/7) malam pukul 23.00 WIT setelah sebelumnya dinyatakan hilang dalam kecelakaan laut di perairan Debut, Maluku Tenggara.
Ia menyampaikan rasa belasungkawa dan penghargaan atas dedikasi almarhum Bagus dalam menjalankan tugas pengabdian.
"Semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” ujarnya.
Almarhum dikenal sebagai sosok yang cerdas, rendah hati, dan memiliki semangat kolaboratif yang tinggi.
Selain berprestasi secara akademik, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemahasiswaan.
“Kami sangat kehilangan. Bagus adalah mahasiswa yang aktif, peduli terhadap lingkungan, dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap kegiatan pengabdian," ujarnya.
Sebagai informasi, UGM saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Pemerintah Provinsi Maluku, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta KAGAMA Maluku terkait insiden yang merenggut nyawa dua mahasiswanya.
Fokus utama adalah penanganan darurat, pendampingan psikologis bagi mahasiswa lain, serta proses pemulangan jenazah ke daerah asal.
UGM memastikan memberi perlindungan dan keselamatan kepada seluruh peserta KKN-PPM, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan di lapangan.
(Tribunambon.com/ tribunjogja.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.