Minggu, 31 Agustus 2025

Ajak Jaga Keselarasan Alam, Menteri Agama Sebut Korban Perubahan Iklim Lebih Banyak Dibanding Perang

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan besarnya dampak yang ditimbulkan akibat perubahan iklim.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dodi Esvandi
Tribunnews/Fahdi Fahlevi
EKOTEOLOGI - Menteri Agama Nasaruddin Umar pada peluncuran AICIS+ 2025 di Auditorium Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (9/7/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan besarnya dampak yang ditimbulkan akibat perubahan iklim.

Bahkan menurut Nasaruddin, korban akibat perubahan iklim lebih besar dibandingkan perang yang terjadi akhir-akhir ini.

"Kita lihat perang yang terjadi tahun ini, Ukraina dengan Rusia, Israel dengan tetangganya (Palestina), berapa? Itu kurang dari 60 ribu orang meninggal," ujar Nasaruddin pada peluncuran AICIS+ 2025 di Auditorium Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (9/7/2025).

"Tapi meninggal karena climate change, menurut data dari PBB itu kurang lebih 1 juta orang per tahun," tambahnya. 

Keharmonisan antara alam dan manusia, menurut Nasaruddin, sangat besar. 

Maka itu ia mengajak seluruh pemuka agama untuk menjaga keselarasan dengan alam. 

"Nah kita sangat yakin betul bahwa kalau hubungan antara manusia dengan alam ini tidak harmonis, maka itu lebih dahsyat akibatnya daripada perang," ucapnya. 

Kemenag, kata Nasaruddin, memperkenalkan konsep ekoteologi. 

Ekoteologi, menurut dia, membangkitkan ajaran agama yang mengajarkan cinta terhadap lingkungan. 

"Jadi kalau kita tidak berhasil menciptakan harmoni antara lingkungan hidup dan lingkungan alam, maka tingkat kematian penduduk masyarakat, manusia itu sangat dahsyat," ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan