Diplomat Muda Tewas di Menteng
Penjaga Kos Bolak-balik Sebelum Diplomat Tewas, Polisi Ungkap Ada Kaitan dengan Istri
Setiap kali menerima panggilan, penjaga kos terlihat bolak-balik menuju kamar Arya, menengok ke arah jendela, bahkan sempat mengintip
Penulis:
Abdi Ryanda Shakti
Editor:
Acos Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Rekaman CCTV memperlihatkan penjaga kos mondar-mandir di depan kamar Arya Daru Pangayunan, diplomat Kementerian Luar Negeri, sebelum jasad korban ditemukan tewas dalam kondisi kepala dililit lakban.
Polisi menyebut gerak-gerik penjaga itu berkaitan langsung dengan permintaan istri korban, Meta Ayu Puspitantri, yang beberapa kali meneleponnya sepanjang malam.
"Pada 7 Juli 2025 pukul 22.40 WIB, istri korban pertama kali menghubungi penjaga kost untuk mengecek kamar suaminya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Minggu (13/7/2025).
Namun, saat itu nomor telepon penjaga kos yang dihubungi sudah tak aktif. Beberapa saat kemudian, istri Arya kembali menghubungi lewat nomor lain, memintanya mengecek kembali kamar nomor 105 yang dihuni korban.
Aktivitas penjaga itu terekam dalam CCTV yang kini menjadi bukti kunci dalam penyelidikan.
Tiga Kali Dihubungi Istri Korban, Tapi Kamar Tetap Terkunci
Menurut polisi, dalam waktu kurang dari tujuh jam, istri korban menelepon penjaga kos sebanyak tiga kali: malam, dini hari, dan subuh.
Setiap kali menerima panggilan, penjaga kos terlihat bolak-balik menuju kamar Arya, menengok ke arah jendela, bahkan sempat mengintip dari bawah pintu.
“Pada pukul 05.27 WIB, istri korban kembali meminta penjaga kost untuk mengecek ulang kamar korban,” ujar Ade Ary.
Baca juga: Istri Brigadir Nurhadi Duga Suaminya Dicekoki Miras dan Obat-obatan: Merokok Saja Tidak Bisa
Barulah pada pukul 08.00 WIB, kamar dibuka atas persetujuan sang istri.
Saat itu, Arya ditemukan tak bernyawa di atas tempat tidur, dengan kepala dililit lakban. Pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam.
Belum Ada Tanda Kekerasan atau Barang Hilang
Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda perusakan, pencurian, atau kekerasan lain di lokasi kejadian. Namun, penyebab kematian Arya masih belum bisa dipastikan, apakah karena faktor medis atau tindak kriminal.
“Untuk hasil autopsi belum keluar, masih dalam proses,” kata Wakil Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Sigit Karyono.
Sementara itu, ponsel korban masih dianalisis oleh tim digital forensik. Polisi menduga ponsel bisa menjadi petunjuk penting untuk mengetahui aktivitas terakhir Arya sebelum meninggal dunia.
Pemeriksaan Masih Berlanjut, CCTV dan Saksi Diperiksa

Sejauh ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk istri korban, penjaga kos, pemilik kos, serta tetangga sekitar. Selain itu, dua unit kamera pengawas dari sekitar lokasi juga diamankan untuk dianalisis lebih lanjut.
“Penyelidikan masih berjalan. Kami libatkan tim Inafis, Puslabfor, serta ahli forensik,” ujar Kompol Sigit.
Arya Daru Pangayunan merupakan diplomat muda berusia 39 tahun yang tengah meniti karier di Kemlu. Ia ditemukan tewas di kosnya di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa pagi, 8 Juli 2025.
Jenazah korban telah dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya di Bantul, Yogyakarta. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Kemlu terkait peristiwa tersebut.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.