Program Makan Bergizi Gratis
5 Kejadian Keracunan Massal MBG, Terbaru Ada di Sragen Jateng Korbannya 251 Orang
Kasus dugaan keracunan massal terjadi di SDN 4 Gemolong dan SMPN 3 Gemolong, Sragen, Jawa Tengah dengan jumlah korban 251 orang
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Erik S
Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) massal masih terjadi.
Terbaru, kasus di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang korban mencapai 251 orang.
Program MBG merupakan salah satu program hasil terbaik cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto alam memastikan anak Indonesia memiliki gizi yang cukup dan seimbang sebagai pondasi penting bagi tumbuh kembang anak.
Baca juga: Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Sragen: Bupati Minta Stop Distribusi Makanan 2 Hari
Program ini pertama diluncurkan pada 6 Januari 2025 dan dilangsungkan secara bertahap di seluruh Indonesia dengan target 82,9 juta anak sekolah dari SD – SMU dan sederajat.
Kasus dugaan keracunan massal terjadi di SDN 4 Gemolong dan SMPN 3 Gemolong, Sragen, Jawa Tengah (Jateng) bukanlah kasus pertama.
Sebelumnya tercatat ada 4 kasus serupa yang korbannya mencapai ratusan siswa.
Korban mengalami mual, pusing, muntah hingga harus dirawat di Rumah Sakit.
Berikut kasus-kasus keracunan massal MBG yang dirangkum Tribunnews.com:
1. Kasus di Sragen, Jawa Tengah
Kasus dugaan keracunan ini terjadi di SDN 4 Gemolong dan SMP N 3 Gemolong, Sragen, Jawa Tengah (Jateng).
Bukan hanya murid yang menjadi korban guru, karyawan hingga keluarga siswa juga menyantap menu MBG dengan total korban mencapai 251 orang.
Mereka menyantap menu MBG yang didistribusikan oleh Dapur SPPG Mitra Mandiri Gemolong-1, Senin (11/8/2025).
Setelah menyantap menu berupa nasi kuning dan telur suwir, murid merasakan gejala keracunan seperti mual, pusing hingga diare.
Baca juga: Kepala BGN Soal 196 Orang Diduga Keracunan MBG di Sragen Jawa Tengah: Kita Tingkatkan SOP
Seorang murid mengaku, makanan yang disajikan tidak seperti biasa.
Nasi kuning yang dihidangkan memiliki rasa asin dengan telur suwir yang amis.
Para korban langsung ditangani oleh puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan.
2. Kasus di Kupang, Nusa Tenggara Timur
Kasus Keracunan massal juga terjadi di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gejala keracunan dialami 200 siswa di SMPN 8 Kupang.
Ratusan Murid mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG berupa nasi, daging sapi, tahu, buncis, bunga pepaya dan buah pisang yang dibagikan pada Senin (21/7).
Dari 200 siswa, sekitar 140 siswa diantaranya harus di rujuk ke dua RS.
Baca juga: 196 Orang Diduga Keracunan MBG di Sragen, Kepala Puskesmas: Murid, Guru, Karyawan dan Keluarga
Pihak sekolah yang mendistribusikan MBG itu mendapatkan laporan bahwa daging sapi yang dibagikan berbusa dan tercium aroma asam.
Siswa yang datang pada pagi harinya atau Selasa (22/7) ke sekolah menunjukkan gejala keracunan seperti muntah, mencret, dan sakit perut hebat.
Kejadian ini muncul serempak dan membuat pihak sekolah kewalahan membawa murid ke puskesmas.
3. Kasus di Bogor, Jawa Barat
Sebanyak 213 siswa dari 13 sekolah di Kota Bogor, Jawa Barat mengalami gejala keracunan seperti muntah sampai diare pada 7 Mei 2025.
Ratusan siswa itu menyantap MBG berupa telur ceplok saus barbegue dan tumis tahu tauge.
Setelah ditelusuri, dua makanan itu positif mengandung dua bakteri yaitu Coli dan Salmonela.
Pasca kejadian tersebut, ada sejumlah siswa mengalami trauma menyantap menu MBG.
Pemerintah Kota Bogor pun menetapkan kasus itu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Dalam hal ini, Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab dalam penanganan medis dan pembiayaan.
Adapun sekolah yang melaporkan kejadian keracunan itu berada di TK Bina Insani (25 orang), SD Bina Insani (10 orang), SMP Bina Insani (94 orang), SMA Bina Insani (1 orang), SDN Kukupu 3 (8 orang), SDN Kedung Waringin (7 orang), SDN Kedung Jaya 1 (16 orang), SDN Kedung Jaya 2 (45 orang), dan SMP Bina Graha (8 orang).
Baca juga: Alasan BGN Lanjutkan Operasional SPPG di NTT setelah Insiden Keracunan MBG
Setidaknya 40 siswa harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, sementara yang lain mengalami gejala ringan.
4. Kasus di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan
Program makan bergizi atau MBG bermasalah juga terjadi di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Ratusan siswa mulai dari PAUD hingga SMA mengalami keracunan.
Siswa mengalami mual dan muntah usai menyantap menu MBG yang disajikan pada 5 Mei 2025.
Dari laporan total siswa yang mengalami gejala keracunan sebanyak 173 siswa, dimana 11 siswa diantaranya harus menjalani perawatan di RS.
Siswa mengalami kondisi badan lemas, pucat dan muntah-muntah.
5. Kasus di Bandung, Jawa Barat
Ratusan siswa SMP Negeri 35 Bandung, Kota Bandung, keracunan setelah menyantap menu MBG.
Mereka mengalami gejala mual dan diare, Selasa (29/4/2025).
Menu MBG yang disajikan di sekolah dan disantap oleh siswa tersebut yakni nasi putih, makaroni saus mushroom, kakap krispi, tempe barbeque, mix vegetable, dan buah melon.
Total siswa siswa SMP Negeri 35 Bandung yang mengalami keracunan sekitar 342 orang.
Ratusan siswa yang mengalami keracunan berobat secara mandiri dan tidak ada yang dirawat di RS.
Pihak sekolah sendiri memantau keadaan para siswa dan memastikan siswa benar-benar pulih untuk bisa kembali belajar ke sekolah.
Klarifikasi BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana memberikan penjelasan terkait dugaan keracunan MBG di Sragen, Jawa Tengah.
Dadan mengatakan, kasus tersebut menjadi pelajaran bagi BGN untuk bisa meningkatkan SOP lebih baik lagi.
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh dari mulai pemilihan bahan baku, waktu masak hingga lama waktu distribusi ke sekolah.
Namun, ia meningatkan MBG yang didistribusikan tidak disimpan dalam waktu yang lama atau dimakan maksimal 4 jam setelah diterima sekolah.
Program Makan Bergizi Gratis
Bupati Lebak Hadiri Peresmian Dapur MBG: Program Ini Bukan Sekadar Beri Makanan |
---|
Dukung Pelaksanaan MGB, Polri Sudah Miliki 458 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi |
---|
Perkuat Program MBG, Gerakan Dapur Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Dapur Bergizi di Turki |
---|
Lisman Puja Kesuma Ungkap Dampak MBG: Rp1 Triliun Lebih Mengalir ke Yogyakarta |
---|
Buka Dapur Umum MBG Butuh Modal Awal Rp 500 Juta hingga Rp 2 Miliar |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.