Tanggal 25 Agustus Memperingati Hari Apa? Ada Hari Perumahan Nasional di Indonesia
Pada tanggal 25 Agustus ini, berbagai peringatan dan momentum penting dirayakan baik secara nasional maupun internasional, simak penjelasannya.
TRIBUNNEWS.COM - Setiap tanggal memiliki cerita, makna, dan nilai sejarah tersendiri, tak terkecuali 25 Agustus.
Pada tanggal ini, berbagai peringatan dan momentum penting dirayakan baik secara nasional maupun internasional.
Misalnya di Indonesia, tiap tanggal 25 Agustus merupakan peringatan Hari Perumahan Nasional.
Dasar peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) ini bermula pada saat Kongres Perumahan Rakyat Sehat di Bandung tanggal 25 Agustus 1950.
Lantas, tanggal 25 Agustus 2025 memperingati hari apa saja?
Berikut ulasan lengkapnya, dilansir Tribunnews dari beberapa sumber:
1. Hari Perumahan Nasional di Indonesia
Sejarah Hari Perumahan Nasional (Hapernas) di Indonesia bermula dari Kongres Perumahan Rakyat Sehat yang diselenggarakan pada tanggal 25-30 Agustus 1950 di Bandung.
Kongres ini dibuka oleh Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, yang menegaskan, perumahan adalah hak dasar setiap warga negara dan cita-cita menyediakan perumahan layak untuk rakyat adalah sesuatu yang harus diwujudkan dengan kerja keras bersama.
Kemudian, melalui Keputusan Menteri Negara Perumahan Nasional Nomor 46/KPTS/M/2008, tanggal 25 Agustus ditetapkan secara resmi sebagai Hari Perumahan Nasional.
Hari Perumahan Nasional bukan hanya peringatan tahunan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen seluruh elemen bangsa dalam menyediakan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi rakyat.
Baca juga: Sejarah Hari Perumahan Nasional 2023, dari Cita-cita Bung Hatta untuk Menyediakan Rumah Layak Huni
Peringatan ini mengingatkan, rumah yang layak adalah bagian penting dari kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa.
2. Hari Songun – Korea Utara
Di Korea Utara, tanggal ini diperingati sebagai Hari Songun, peringatan terhadap kebijakan militer yang populer pada era kepemimpinan Kim Jong‑Il.
Hari Songun menjadi simbol kuatnya peran militer sebagai pilar utama negara, dengan berbagai aktivitas peringatan seperti parade dan penghormatan rezim terhadap kekuatan nasional.
Meskipun Songun mulai dikenal pada 1960, baru setelah kematian Kim Il-sung pada 1994 kebijakan ini secara formal diperkenalkan dan kemudian diperkuat sebagai politik militer pertama yang sangat menekankan kesatuan antara tentara, rakyat, dan partai sebagai garda terdepan revolusi.
Hari Songun kemudian mendapat status resmi sebagai hari libur nasional pada 2013 oleh Kim Jong-un, yang menjadikannya peringatan penting untuk memperkuat karisma serta posisi kepemimpinannya di Korea Utara.
3. Hari Kemerdekaan Uruguay
Tanggal 25 Agustus juga menjadi momen penting bagi Uruguay, yakni hari di mana mereka merdeka dari Brasil pada tahun 1825 setelah perjuangan panjang masyarakat negara Amerika Latin tersebut.
Pada tanggal 25 Agustus 1825, sekelompok pejuang yang dikenal sebagai "Tiga Puluh Tiga Oriental," dipimpin oleh Juan Antonio Lavalleja, memproklamasikan kemerdekaan dari Brasil dan memulai perjuangan yang kemudian memicu Perang 500 Hari antara pasukan Uruguay dan Brasil.
Perang tersebut berakhir pada tahun 1828 dengan Perjanjian Montevideo, yang difasilitasi oleh Inggris, sehingga secara internasional mengukuhkan kemerdekaan Uruguay sebagai negara merdeka.
Konstitusi pertama Uruguay diadopsi pada 18 Juli 1830.
Sejak itu, tanggal 25 Agustus ini dirayakan sebagai Hari Kemerdekaan Uruguay, momen kebanggaan nasional yang melambangkan kedaulatan dan semangat bangkit sebagai bangsa.
4. National Second‑hand Wardrobe Day – Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, tanggal 25 Agustus ini dikenal sebagai National Secondhand Wardrobe Day atau Hari Pakaian Bekas Nasional.
Hari ini bertujuan untuk mendorong lifestyle lebih ramah lingkungan melalui konsumsi mode yang lebih bijak—baik dengan membeli, mendaur ulang, atau menyumbangkan pakaian bekas.
Banyak toko thrift dan komunitas amal memanfaatkan hari ini untuk mengadakan promo dan kampanye sosial guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan dan kepedulian lingkungan.
Sejarahnya bermula dari era revolusi industri abad ke-19 ketika produksi massal pakaian mulai terjadi, sehingga pakaian menjadi barang yang lebih murah dan dianggap disposable atau sekali pakai.
Kultur membeli dan menjual pakaian bekas mulai berkembang sebagai alternatif untuk menghemat dan juga membantu mereka yang membutuhkan.
(Tribunnews.com/Latifah/Array A Argus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kalender-Agustus-2025-ada-Hari-besar-nasional-dan-internasional-Agustus-2025.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.