Selasa, 9 Juni 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Kepala BGN Prihatin Ratusan Siswa di Bengkulu Keracunan MBG

SPPG yang melayani siswa di Lebong, Bengkulu, dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi dan mencari penyebab keracunan.

Tayang:
Tribunnews.com/Chaerul Umam
KERACUNAN MBG - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.(Tribunnews.com/ Chaerul Umam) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana merespons, insiden dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lebong, Bengkulu.

Dadan menyatakan, prihatin atas insiden yang menimpa ratusan siswa pada Rabu (28/8/2025).

Para siswa mengalami gejala pusing dan muntah.

Baca juga: Kata Kepala BGN, Menag, hingga Istana soal Nampan Dapur MBG Diduga Mengandung Minyak Babi

Saat ini ujar Dadan, Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang melayani para siswa tersebut dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi dan mencari penyebab keracunan.

Dikutip dari laman bgn.go.id, SPPG adalah unit layanan yang didirikan untuk mendukung distribusi makanan bergizi sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). 

SPPG berperan sebagai dapur umum tempat memproduksi makanan bergizi dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Prihatin untuk yang sakit dan SPPG dihentikan sementara untuk pembenahan," kata Dadan saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (28/8/2025).

Ia menambahkan, siswa yang menunjukkan gejala sedang ditangani oleh tim medis.

"Tim medis sedang menangani siswa yang sakit," ungkap Dadan.

Tim kepolisian bersama pemerintah setempat bergerak cepat menangani insiden tersebut.

Bahkan Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, telah menyiapkan nomor ponselnya agar masyarakat yang terdampak bisa menghubunginya jika membutuhkan bantuan kendaraan dan akses kesehatan.

Kronologi 

Pada Rabu sekira pukul 11.30 sekitar 130 siswa mulai mengalami gejala keracunan seperti muntah dan pusing.

Ratusan siswa ini dibawa ke RSUD setempat.

Silih berganti korban berdatangan hingga malam ke fasilitas kesehatan itu.

Dikutip Kompas.com, jumlah siswa yang mengalamj keracunan dari laporan intel Polres Lebong mencapai 427 orang, dengan rincian 364 orang dirawat inap dan 63 orang menjalani rawat jalan. 

Disebutkan pula menu yang disantap para siswa di hari naas itu berupa mi, empat buah bakso, satu buah tahu, jeruk dan sayur tumis berisi pipilan jagung, sawi hijau dan sedikit wortel.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved