Minggu, 31 Agustus 2025

Mantan Pimpinan JI Nyatakan Kontribusi ke NKRI dengan Berdakwah, Bukan Merusak Apalagi Mencaci

Mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI), Nasir Abas, menyatakan cintanya pada Indonesia. 

Editor: Wahyu Aji
Istimewa
KONTRIBUSI KE NKRI - Mantan anggota Jemaah Islamiyah (JI), Nasir Abas di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (30/8/2025). Ia menegaskan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari ajaran yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI), Nasir Abas, menyatakan cintanya pada Indonesia. 

Hal ini ia sampaikan untuk menyikapi gejolak sosial politik dan keamanan yang tengah tidak kondusif selama ini di beberapa daerah.

Jamaah Islamiyah (JI) adalah sebuah organisasi militan Islam yang berasal dari Indonesia dan beroperasi di kawasan Asia Tenggara. 

Tujuan utamanya adalah mendirikan negara Islam transnasional yang mencakup wilayah Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand. 

“Saya lahir di Singapura, umur 8 tahun pindah ke Malaysia, umur 15 berhenti sekolah, umur 16 bertemu Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, lalu terekrut. Setelah menyaksikan sendiri berbagai konflik di berbagai wilayah dan negara, saya justru menyatakan; saya cinta Indonesia,” kata Nasir Abas di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (30/8/2025).

Kemudian ia juga menegaskan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari ajaran yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

"Saya hanya ingin menegaskan bahwa cinta tanah air adalah ajaran yang dicontohkan Rasulullah," ujarnya.

"Ketika beliau harus berhijrah, berkali-kali Rasul menoleh ke belakang, menatap Makkah dengan berat hati. Betapa beliau mencintai tanah kelahirannya, meski terpaksa meninggalkannya demi perintah Allah," tambahnya.

Namun ada yang perlu ia garis bawahi, yakni cinta tanah air tidak serta merta absolut tidak berbuat apa pun.

Akan tetapi ikut membantu memperbaiki segala hal yang berkaitan dengan kekurangan yang ada pada bangsa dan negara.

"Mencintai Indonesia bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Justru cinta sejati adalah tetap bersama ketika ada kekurangan, lalu berusaha memperbaikinya. Inilah bentuk cinta tanah air yang sejalan dengan iman; tidak meninggalkan, tapi memperbaiki," tutur Nasir Abas.

Hal senada juga disampaikan oleh mantan amir Jamaah Islamiyah (JI) Ustaz Para Wijayanto.

Ia juga menegaskan bahwa salah satu implementasi cinta pada Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah dengan selalu menebarkan kebaikan, bukan merawat kebencian dan menebar caci maki. 

Apalagi sampai memicu kerusakan dan ketakutan di tengah-tengah masyarakat.

"Cara mencintai NKRI bukan dengan mengingkari atau mencaci, melainkan dengan terus berdakwah, mengajak kepada kebaikan, dan berkontribusi dalam perbaikan," kata Ustaz Para Wijayanto.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan