Senin, 8 Juni 2026

Polri: Standar Kompetensi Satpam Penting untuk Sistem Keamanan Nasional

Satpam harus memiliki spesialisasi dan kompetensi sesuai perkembangan ancaman 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Eko Sutriyanto
ho
KOMPETENSI SATPAM - Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol. Edy Murbowo, saat peluncuran Standar Kompetensi Spesialisasi Satpam dalam forum Indonesia Security Summit 2025 di Menara Astra, Jakarta. (HO/Kemenag) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol. Edy Murbowo menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan profesionalisme satuan pengamanan (Satpam).

Langkah ini, kata Edy, dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks. 

"Peluncuran standar kompetensi ini merupakan langkah penting dalam membangun sistem keamanan nasional yang lebih adaptif dan profesional," kata Edy. 

Hal itu disampaikan Edy Murbowo, saat peluncuran Standar Kompetensi Spesialisasi Satpam dalam forum Indonesia Security Summit 2025 di Menara Astra, Jakarta.

"Kami di Baharkam Polri melihat kolaborasi dengan APJASI dan dunia usaha sebagai bentuk sinergi nyata untuk memastikan satuan pengamanan memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menghadapi ancaman yang berkembang saat ini," kata Edy.

Standar baru ini digagas Asosiasi Pengguna Jasa Sekuriti Indonesia (APJASI) bersama Baharkam Polri dengan dukungan Astra. Tujuannya adalah memperkuat profesionalisme Satpam.

Baca juga: Satpam Senyum Lagi Usai Motornya Dibakar, Tukang Sol Sepatu Bingung 3 Sepatu Pelanggan Dijarah Massa

Ketua Umum APJASI, Leonard Abdul Aziz, menambahkan bahwa penguasaan teknis dasar saja tidak lagi cukup. 

Satpam, menurutnya, harus memiliki spesialisasi dan kompetensi sesuai perkembangan ancaman. 

"Kehadiran standar kompetensi ini menjadi pijakan penting untuk meningkatkan kapasitas, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi dunia usaha dan masyarakat luas," ujarnya.

Indonesia Security Summit 2025 menghadirkan lebih dari 575 peserta dari berbagai sektor, termasuk perusahaan jasa keamanan swasta, pelaku usaha, kementerian teknis, kepolisian, akademisi, hingga masyarakat umum.

Sejumlah narasumber hadir, antara lain Philip J. Vermonte (CSIS), Selly Irfandy (Astra), Indarto Wibowo (SKK Migas), Budi Haryanto (MIND ID), Prof. Adrianus Meliala (UI), Dispriyansah (PLN), Lisda Dwi Rahayu (Elnusa), Dr. Kyatmanja Lookman (Kamselindo), dan Mochammad Zuliansyah (KPMG Siddharta Advisory). 

 

 

 

 

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved