Kamis, 9 April 2026

Hentikan Penebangan Liar, Mulai dari Pilihan Belanja Sehari-hari

Memilih produk yang bahan bakunya berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab—bisa membantu memutus rantai penebangan liar

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
Istimewa
FSC FOREST WEEK 2025 -  (ki-ka) Fatma Nur Rosana – Sustainability Manager Tetra Pak Indonesia,  Indra Setia Dewi – Manager Marketing & Communication FSC Indonesia dan Indra hadir Isra Ruddin – CEO IRCOMM Group saat peluncuran saat peluncuran FSC Forest Week 2025 di Indonesia belum lama ini 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Setiap tahun, jutaan hektare hutan dunia hilang akibat penebangan liar.

Kayu hasil pembalakan ilegal itu bisa jadi kursi di ruang tamu, kertas di meja kerja, atau kotak minuman yang kita temui sehari-hari.

Akibatnya bukan main-main: banjir, longsor, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga terancamnya mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada hutan.

Meski terlihat jauh dari kehidupan kota, konsumen sebenarnya punya peran besar. Keputusan sederhana saat berbelanja—memilih produk yang bahan bakunya berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab—bisa membantu memutus rantai penebangan liar.

Baca juga: 5 Fakta Orangutan Setinggi Rumah Muncul ke Permukiman Warga, Diduga Tersesat Imbas Penebangan Liar

Salah satu tanda yang bisa diperhatikan adalah logo Forest Stewardship Council (FSC), yang kerap muncul di buku catatan, tisu, hingga kemasan makanan dan minuman.

Label ini menunjukkan bahwa produk tersebut mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan.

“Setiap kali seseorang memilih produk dengan label FSC, itu seperti menanam satu biji harapan bagi hutan masa depan,” kata Fatma Nur Rosana, Sustainability Manager Tetra Pak Indonesia, dalam acara peluncuran FSC Forest Week 2025 di Bogor belum lama ini.

FSC Forest Week 2025 yang berlangsung 20–26 September adalah kampanye global tahunan Forest Stewardship Council yang mengajak setiap orang melakukan aksi nyata untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan, menghadapi perubahan iklim, menjaga biodiversitas, dan memberdayakan komunitas lokal serta masyarakat adat.

"Tahun ini, kampanye bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional, momen tepat untuk mengingatkan bahwa keputusan belanja sehari-hari punya dampak besar bagi bumi," kata Fatma.

Senada dengan itu, Isra Ruddin, CEO IRCOMM Group, menegaskan bahwa langkah kecil dari konsumen bisa membawa dampak nyata.

“Cukup dengan melihat label FSC sebelum membeli, kita sudah membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Ringkus 2 Orang Terkait Penebangan Liar di Sumatera Barat, Sita Puluhan Kubik Kayu

Di Indonesia, rangkaian acara dikemas dengan cara kreatif, mulai dari lomba memasak menggunakan kemasan ramah lingkungan, pencarian produk berlogo FSC, hingga seminar seputar keberlanjutan hutan.

“Menjadi bagian dari solusi tidak selalu berarti turun ke lapangan sebagai aktivis. Cukup dengan lebih cermat saat berbelanja, kita sudah ikut melindungi hutan,” ujar Indra Setia Dewi, Marketing & Communications Manager FSC Indonesia.

Indra menambahkan, FSC Forest Week  ini akan melibatkan lebih dari 1.400 organisasi di 60 negara, dari NGO hingga perusahaan, untuk mengingatkan masyarakat bahwa pilihan sehari-hari bisa membawa dampak nyata bagi bumi. 

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved