Minggu, 19 April 2026

Hari Santri Nasional

Tema Hari Santri 2025: Mengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia, Ini Maknanya

Ditjen Pendis Kemenag RI telah mengumumkan tema Hari Santri 2025 dan rangkaian agenda kegiatan untuk menyemarakkan peringatan dimulai dari Jombang.

Hasil Olah AI/gemini.com
HARI SANTRI 2025 - Gambar santri Indonesia yang sedang merayakan Hari Santri 2025 di sebuah pondok pesantren dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) Jumat (19/9/2025). Ditjen Pendis Kemenag RI telah mengumumkan tema Hari Santri 2025 dan rangkaian agenda kegiatan untuk menyemarakkan peringatan dimulai dari Jombang. 

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Hari Santri 2025 menjadi momentum untuk menegaskan bahwa santri bukan hanya penjaga tradisi, tetapi juga pelopor inovasi. 

Mereka tidak hanya mengawal kemerdekaan dalam arti politik, tetapi juga dalam makna spiritual, ekologis, dan intelektual. 

Dari bilik pesantren yang sederhana, lahir gagasan-gagasan besar yang mampu menjangkau dunia.

Adanya lebih dari 42 ribu pesantren di seluruh Indonesia, santri bukan hanya pewaris tradisi keilmuan Islam, tetapi juga agen perubahan sosial dan intelektual. 

Staf Khusus Menteri Agama, Dr. Ismail Cawidu, menyebut pesantren sebagai kekuatan masa depan bangsa. 

“Pesantren terlalu penting bagi Indonesia,” tegasnya.

Asta Hasa dan Agenda Nasional

Kementerian Agama menyiapkan tujuh agenda utama bertajuk Asta Hasa, yang mencakup:

  1. Halaqah nasional dan seminar keilmuan
  2. Program cek kesehatan gratis di pesantren
  3. Gerakan ekologis “Satu Santri, Satu Pohon” di 34 pesantren
  4. Musabaqah Tilawatil Qutub (MTQ) internasional: lomba membaca, memahami, dan menerjemahkan kitab kuning, dengan peserta dari 10 negara sahabat
  5. Program MBG (Merdeka Belajar Global) yang mendukung agenda presiden
  6. Malam puncak “Bakti Santri untuk Negeri” bersama Presiden
  7. Penganugerahan Pesantren Award untuk tokoh dan lembaga berprestasi

Gerakan Ekologis dan Wisata Religi

Gerakan menanam pohon oleh santri menjadi simbol kontribusi pesantren terhadap keberlanjutan lingkungan. 

Di sisi lain, pelaksanaan MTQ internasional di Sulawesi Selatan juga dimaksudkan untuk mendorong provinsi tersebut sebagai destinasi wisata religi, memperluas peran pesantren dalam diplomasi budaya.

(Tribunnews.com/M Alvian Fakka)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved