Kamis, 23 April 2026

Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Terbitkan Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Kemenag dan Yayasan Gemilang Sehat Indonesia susun modul guru tentang pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja dalam perspektif Islam.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
CEGAH KEKERASAN SEKSUAL - Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, pada Peluncuran Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Remaja dalam Perspektif Islam di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (26/9/2025). (Fahdi Fahlevi) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama berkolaborasi dan Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) menyusun modul guru tentang pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja dalam perspektif Islam. 

Modul ini mengarahkan pencegahan terhadap pernikahan usia anak, perundungan, kekerasan berbasis gender, pergaulan bebas, dan tentu pemenuhan hak anak. 

Baca juga: Isu Terkini Kesehatan Reproduksi, Dari Kualitas Keintiman hingga Terobosan Atasi Masalah Kesuburan

"Modul ini hadir sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menyediakan materi pendidikan kesehatan reproduksi yang sesuai dengan ajaran Islam dan kebutuhan remaja saat ini," kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Modul ini disusun secara moderat dan komprehensif, serta sudah melalui uji keterbacaan dan uji coba di Kabupaten Jombang dan Kabupaten Garut. 

Prosesnya melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK), guru Biologi, guru Pendidikan Agama Islam, guru Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan (PJOK), tokoh dari pesantren, serta dukungan UNFPA dan organisasi masyarakat Islam yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Baca juga: Tak Semua Kelainan Organ Reproduksi Anak Terlihat Jelas, Begini Cara Orang Tua Bisa Mengetahuinya

Penyusunannya menggunakan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap, dan fikih, akhlak, yang berlandaskan prinsip maqadid asy-syariah.

Implementasi modul ini dapat dilakukan dengan beberapa metode, yakni sebagai mata pelajaran muatan lokal, dijadikan bahan dalam layanan bimbingan konseling, pelatihan khusus bagi OSIS dan kader penggerak.

"Semoga panduan ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi anak-anak kita” tutur Ketua Dewan Pengawas YGSI, Nur Jannah.

Lalu materi kegiatan keputerian, maupun disisipkan dalam pelajaran Fikih, Al-Qur’an-Hadis, Akidah-Akhlak, IPA, PJOK, serta kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

Lebih dari sekadar pengetahuan, pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja membantu mereka memperkuat ketahanan diri, mencegah perilaku berisiko serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat, aman, dan bermartabat, bebas dari kekerasan seksual.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved