Kamis, 9 April 2026

Prabowo: Di Balik Kekuatan TNI, Ada Ketabahan Keluarga Prajurit

Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih kepada keluarga prajurit TNI yang setia mendukung pengabdian suami di medan tugas.

Editor: Content Writer
Istimewa
MOMEN HUT TNI - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tengah menyampaikan amanatnya pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI, yang digelar di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (5/10). 

TRIBUNNEWS.COM — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam kepada keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya kepada istri dan anak-anak para prajurit yang telah menunjukkan keteguhan dan kesetiaan dalam mendukung tugas negara.

Ucapan tersebut disampaikan  Prabowo dalam amanatnya pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI, yang digelar di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (5/10).

Di hadapan ribuan prajurit, Prabowo menyoroti bukan hanya peran TNI sebagai benteng pertahanan bangsa, tetapi juga ketabahan keluarga mereka yang menjadi sumber kekuatan di balik pengabdian para prajurit.

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada istri-istri para prajurit, kepada anak-anak para prajurit yang dengan tabah, dengan setia mendukung suami-suaminya, dengan setia merawat anak-anaknya selama suaminya bertugas di tempat-tempat yang berbahaya,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa di balik setiap pasukan yang teguh menjaga kedaulatan negara, terdapat keluarga yang sabar menunggu dan berdoa di rumah. Menurutnya, pengorbanan para istri dan anak prajurit tidak kalah besar dengan pengabdian mereka yang bertugas di lapangan.

“Saya selalu berdoa Yang Maha Kuasa akan selalu beserta para prajurit dan keluarga besar TNI,” tutur Prabowo menutup amanatnya dengan nada penuh penghormatan.

Baca juga: Amanat Prabowo di HUT TNI: Tidak Ada Tempat untuk Pemimpin yang Tidak Kompeten dan Tidak Profesional

Tulang Punggung Pertahanan Nasional

Dalam pidato itu,  Prabowo juga mengingatkan kembali jati diri TNI sebagai bagian tak terpisahkan dari rakyat Indonesia.

“Tentara Nasional Indonesia lahir dari rakyat Indonesia. TNI adalah anak kandung rakyat Indonesia. TNI berasal dari rakyat, TNI timbul dan tenggelam bersama rakyat Indonesia,” ujarnya.

“TNI selalu mengabdi kepada bangsa dan rakyat, dan TNI siap mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Menurut Prabowo, di tengah ketidakpastian global saat ini, TNI menjadi tulang punggung pertahanan nasional yang menjamin kedaulatan dan keselamatan Indonesia. Ia memberikan apresiasi tinggi atas peran TNI yang selalu hadir dalam setiap situasi kritis.

“TNI selalu tampil di saat kritis, tidak akan ragu untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat di atas segala kepentingan yang lain,” kata Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan pentingnya kualitas kepemimpinan di tubuh TNI. Ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin sejati harus mampu memberi teladan bagi bawahannya.

“Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, harus kepemimpinan Ing Ngarso Sung Tulodo, harus memberi contoh di depan,” kata Prabowo.

“Tidak ada tempat bagi pemimpin-pemimpin yang tidak kompeten, yang tidak profesional, yang tidak mengerti tugasnya.”

Prabowo juga menugaskan Panglima TNI dan para kepala staf untuk menilai dan menyeleksi kepemimpinan berdasarkan prestasi dan pengabdian, bukan senioritas. Ia menegaskan, prajurit berhak memiliki pemimpin terbaik yang benar-benar memahami arti pengabdian kepada bangsa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved