Jumat, 24 April 2026

Cerita Annisa, Siswi Sekolah Rakyat yang Kembali Merajut Asa

Meski sempat putus sekolah, Annisa kini belajar di Sekolah Rakyat dan menata mimpinya menjadi pilot berkat program pendidikan dari Presiden Prabowo.

Editor: Content Writer
Istimewa
SEKOLAH RAKYAT BERDAMPAK - Annisa (17), siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi yang menjadikan Sekolah Rakyat sebagai rumah keduanya untuk merajut cita-cita 

TRIBUNNEWS.COM - Udara panas tidak melemahkan tekad para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. Menjadikan Sekolah Rakyat sebagai rumah kedua memotivasi anak-anak terus belajar di berbagai kondisi. Salah satu siswa, Annisa Nur Khofifa (17) merasakan kondisi tersebut.

Meskipun sempat terhenti di bangku kelas 2 SMA karena kekurangan biaya dan harus merawat ayahnya yang renta, Annisa merasa beruntung karena kembali bisa mengenakan seragam sekolah. Di balik wajah kecilnya yang manis itu, tersimpan luka masa kecil akibat tindak kekerasan dalam keluarga.

Annisa bercerita kerap merasa tertekan dan ingin kabur dari rumah.  Ibu dan kakaknya meninggalkan Annisa bersama sang ayah yang memerlukan perawatan akibat penyakit genetik. Biaya kehidupan sehari-hari mereka berdua pun dibantu seadanya oleh sanak saudara.

“Pas diajak lihat sekolahnya (Sekolah Rakyat), aku langsung mau, karena boarding school. Jadi aku bisa lepas dari rumah dan punya banyak teman juga,” kata Annisa saat ditemui beberapa waktu lalu di SRMA 13 Bekasi, Jawa Barat.

Kehadiran program Sekolah Rakyat, gagasan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial, menjadi titik terang dalam hidupnya. Bagi Annisa, sekolah ini bukan hanya ruang belajar, tetapi rumah kedua tempat ia bertumbuh, menemukan teman-teman baru, dan menata kembali mimpi yang sempat terhenti.

“Aku sering diremehkan, dibilang enggak akan bisa sekolah karena bapak enggak kerja. Aku mau buktikan kalau aku bisa,” ungkap Annisa dengan tangan terkepal, sorot mata lurus menatap penuh keyakinan.

Baca juga: Kehilangan Orangtua Sejak Kecil, Afghan Temukan Rumah Baru di Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat Bantu Annisa Gapai Masa Depan

Saat Annisa menceritakan kehadiran Sekolah Rakyat sebagai jalannya untuk terus melanjutkan pendidikan kepada sang Ayah, terdapat reaksi penolakan. Untungnya, bantuan dari pihak pendamping program keluarga harapan (PKH) Kemensos menjadi penyelamat Annisa untuk datang ke Sekolah Rakyat.

Meskipun sosok yang mengantar dirinya ke sekolah pertama kali bukanlah sang Ayah, Annisa tidak berkecil hati dan tetap semangat. Dia yakin keputusannya kali ini tepat.

Saat pertama kali melangkah masuk ke gerbang Sekolah Rakyat, Anissa masih ingat betul rasa kagumnya. Ia tidak menyangka akan menemukan fasilitas belajar yang begitu berbeda dari sekolah sebelumnya.

“Aku kaget karena belajar pakai tab sama laptop, jadi aku kagum,” ujarnya sambil tersenyum. Pengalaman itu membuatnya merasa sekolah ini memberi kesempatan baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Di antara lembar buku harian Annisa, tersimpan rapi cita-citanya untuk menjadi pilot wanita di masa depan.

“Ada keluarga dari pihak ayah yang jadi pilot, jadi aku sering tanya-tanya gimana caranya,” katanya.

Untuk ayahnya, Annisa menyimpan sebuah mimpi yang hangat, kala ia lulus nanti sang ayah masih ada untuk menyaksikan keberhasilannya.

“Aku pengen nunjukin ke ayah kalau aku bisa jadi pilot, bahkan bawa ayah naik pesawat,” ucap Annisa.

Rasa syukur tak henti ia panjatkan, terutama kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang telah menghadirkan Sekolah Rakyat. Baginya, program ini bukan sekadar ruang belajar, melainkan sebuah jembatan yang membawanya kembali pada harapan dan keberanian untuk menggapai masa depan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved