Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran
Warga Bojong Koneng Ungkap Rasanya Jadi Tetangga Prabowo Subianto
Tetangga Prabowo Subianto di Bojong Koneng memberikan tanggapan menjelang satu tahun masa jabatan pada 20 Oktober 2025 mendatang.
Ringkasan Berita:
- Satu tahun jelang pemerintahan Prabowo-Gibran, Tribunnews.com menurunkan liputan khusus.
- Diantaranya pendapat warga yang menjadi tetangga Presiden Prabowo di Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat.
- Warga merasakan hal berbeda saat Prabowo menjadi presiden dan sebelum menjadi presiden RI.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabumingraka akan genap satu tahun masa jabatan pada 20 Oktober 2025 mendatang.
Jelang 365 hari kepemimpinan Prabowo-Gibran memberikan kesan tersendiri bagi setiap warga.
Begitu juga dengan masyarakat yang tinggal di sekitar kediaman Prabowo Subianto di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Perbaikan Infrastruktur di Sekitar Rumah Prabowo
Warga Desa Bojong Koneng, Selamet Santoso, mengatakan sejumlah infrastruktur di sekitar kediamannya mendapatkan perhatian khusus setelah Prabowo menjabat sebagai Presiden RI sejak kurang lebih setahun lalu.
Satu diantaranya yaitu perbaikan jalan, baik jalan utama Desa Bojong Koneng maupun jalan-jalan gang dekat permukiman warga.
Kata dia kini di sepanjang jalan utama Desa Bojong Koneng sudah dipasang lampu jalan hingga di malam hari terang benderang.
Selain itu saluran air di sekitar Desa Bojong Koneng juga sudah diperbaiki.
"Dulu jalan di sini jelek sekali, sekarang bagus sampai pelosok-pelosok bagus. Ya Alhamdulillah sih, sekarang desa jadi bagus jalannya," ucap Selamet saat ditemui Tribunnews.com, Selasa (14/10/2025).
Hal senada juga diutarakan Udai, seorang warga yang kediamannya kira-kira hanya berjarak 300 meter dari rumah Prabowo Subianto.
Udai mengatakan pada Maret 2025 lalu, bencana gempa sempat mengguncang Desa Bojong Koneng.
Akibatnya ada puluhan rumah warga yang rusak parah hingga tidak bisa lagi ditempati.
Gempa tersebut, menurutnya, tidak memberikan dampak terhadap rumah Prabowo Subianto.
Gempa menyebabkan sejumlah jalan di Desa Bojong Koneng rusak, bahkan terjadi pergeseran tanah.
Saat itu, ia menilai Pemerintah Kabupaten Bogor sangat cepat merespons peristiwa bencana alam yang merugikan warga.
Menurutnya cepatnya respons Pemerintah Kabupaten Bogor tersebut tidak lepas dari andil Prabowo yang dinilai memerhatikan warga di sekitar kediamannya.
"Enak lingkungan di sini. Terus terang aja kalau ada sesuatu, gerak cepat. Kayak gempa juga kan, bupatinya langsung ke sini," jelasnya.
Jelang 365 hari kepemimpinan Prabowo-Gibran memberikan kesan tersendiri bagi setiap warga.
Tetangga Prabowo juga Dapat Bantuan
Warga RT 002, RW 009, Desa Bojong Koneng itu juga menuturkan ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor berupa sembako dan uang yang diberikan kepada warga terdampak.
Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut berapa besaran nilai dana yang diterima warga terdampak gempa tersebut.
Udai mengungkapkan kini para warga terdampak tengah menunggu realisasi rencana Pemerintah Kabupaten Bogor untuk merelokasi tempat tinggal sebagian masyarakat Desa Bojong Koneng.
Menurutnya relokasi itu dilakukan untuk mencegah kembali terjadinya kerusakan tempat tinggal warga akibat pergeseran tanah imbas terjadinya gempa.
"Sembako ada, uang dapat setiap bulan dikasih untuk kontrakan rumah. Walaupun sedikit ya ada lah, diperhatikan," ucap Udai.
"(Rencana relokasi) awal 2026, sekitar kalau enggak salah 135 KK (kepala keluarga) di sini mau direlokasi. Katanya sih warga terima buka kunci aja. Kurang tahu juga direlokasi ke mana, Desa Cijayanti kalau enggak salah," sambungnya.
Ia menilai proyek relokasi ini merupakan rencana yang baik.
Sebab, menurutnya, pembangunan kembali rumah warga terdampak di lokasi yang sama hanya akan menjadi upaya yang percuma karena kondisi tanah yang kerap mengalami pergeseran.
Ketua Rukun Tetangg (RT) 002, RW 009, Desa Bojong Koneng, Kholik membenarkan relokasi tersebut rencananya akan dilakukan pada April 2026 mendatang.
Kata Kholik, ada sekitar ratusan KK dari dua Rukun Warga (RW) di Desa Bojong Koneng yang akan direlokasi ke Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, nantinya.
"Ada bantuan (korban terdampak gempa), ini kan rencana mau relokasi karena setiap tahun ada pergeseran tanah. Sekitar bulan empat, tahun depan," kata Kholik.
"Relokasi ke Desa Cijayanti, titik aman. Itu disediakan pihak Pak Prabowo melalui Bupati," tambahnya.
Sementara itu, Kholik mengungkapkan rasa bangga melihat ada perubahan yang terjadi di Desa Bojong Koneng setelah Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden RI.
"Kalau perbedaan sungguh luar biasa. Kalau saya pribadi merasa bangga. Sekarang lihat jalan sudah terang semua, saluran air sudah bagus semua, sembako satu tahun sekali ada kalau lebaran, ada kurban juga," jelasnya.
Pengamanan di Sekitar Rumah Prabowo Diperketat, Warga Akui Merasa Aman
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar rumah Prabowo Subianto mengakui ada pengamanan yang sangat ketat di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden RI.
Pengamanan yang diperketat tersebut membuat para warga merasa lebih aman dari potensi terjadinya kejahatan.
Warga Desa Bojong Koneng, Selamet Santoso mengatakan, kini tidak sembarang orang bisa mendekat ke rumah Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan, sebelum memasuki area kediaman Prabowo, ada sejumlah anggota TNI yang berjaga di jalan utama Desa Bojong Koneng.
"Ketat banget. Ya sekarang masuk-masuk juga enggak sembarangan. Kalau dulu mendekat ke wilayah rumahnya (Prabowo) bisa, sekarang enggak bisa," kata Selamet, saat ditemui.
"Aman sebenarnya karena banyak petugas. Karena kan lebih banyak tentara di sini," sambungnya.
Warga lainnya, Udai menjelaskan, saat ini di sisi jalan utama Desa Bojong Koneng yang menuju ke rumah Prabowo terdapat asrama untuk tempat tinggal para anggota TNI yang bertugas menjaga rumah RI1 itu.
Udai menilai pengamanan yang sedemikian ketat merupakan hal yang wajar terjadi dalam hal pengamanan Presiden.
"Enaknya nih pas (Prabowo) jadi Presiden, kalau malam itu jalan enggak ngeri. Banyak aparat, banyak anggota di jalan, tengah malam juga. Kan di depan itu ada semacam asramanya gitu," ucap Udai.
Meski demikian, ia menceritakan pernah merasakan perlakuan kurang baik dari aparat yang berjaga di sekitar rumah Prabowo.
Udai mengatakan, dia merupakan warga asli Desa Bojong Koneng. Orang tuanya sudah tinggal di desa tersebut sebelum dia lahir.
Namun, katanya, dia sempat dilarang untuk bergerak melalui jalan tertentu oleh aparat yang menjaga rumah Prabowo.
"Kalau ketat sih wajar, kan ring 1 Presiden. Kita pertama mah 'jangan ke sini' katanya. Aduh apaan, saya orang sini. Tapi sekarang udah enak," ungkapnya.
Ketua RT 002, RW 009, Desa Bojong Koneng, Kholik juga membenarkan terjadi pengamanan yang lebih ketat sejak Prabowo dilantik menjadi Presiden RI, pada 20 Oktober 2024.
Ia menjelaskan, setiap Ketua RT dan RW di Desa Bojong Koneng telah diperintahkan oleh petugas keamanan kediaman Presiden untuk melaporkan siapa pun orang asing yang memasuki wilayah desa tersebut.
Orang asing atau warga baru alias pendatang di Desa Bojong Koneng, katanya, harus dimintakan salinan identitasnya. Nantinya salinan dokumen tersebut akan dilaporkan Ketua RT ataupun Ketua RW kepada petugas.
Hal itu terbukti berlangsung saat tim Tribunnews.com melakukan wawancara dengan Kholik, di kediamannya.
Ketua RT setempat itu meminta identitas pers dua jurnalis Tribunnews.com untuk difoto menggunakan ponsel dan dilaporkan kepada petugas keamanan melalui aplikasi WhatsApp.
"Lebih ketat (pengamanan). Misalkan ada pendatang itu kita harus data dari mana, karena kan ring 1. Itu kan di situ ada Posgab (pos gabungan). Kita mendata ada warga baru dari mana, kita harus minta identitasnya, copy-nya. Soalnya kalau ditanya (petugas), harus ada," ungkap Kholik.
Ia mengatakan, sejatinya di Desa Bojong Koneng terdapat sistem keamanan lingkungan (Siskamling) yang kerap berpatroli.
Namun, dalam kesempatan tertentu, Paspampres juga disebut melakukan patroli di desa.
"Sangat aman lingkungan. Malam banyak yang patroli. Selain dari Siskamling, ada juga patroli dari atas (penjaga rumah Prabowo)," ungkap Kholik.
Lebih lanjut, ia mengatakan, ada sejumlah warga yang menyampaikan kepadanya bahwa pengamanan yang ketat tersebut justru memberikan rasa aman bagi mereka.
Hal itu dikarenakan, sebelum Prabowo menjabat sebagai Presiden RI, tidak ada aparat yang melakukan patroli seperti saat ini.
"Oh enggak (terganggu). Justru malah merasa aman. Ada juga warga yang menyampaikan 'enak kita di sini, sekarang jadi nyaman'. Karena dulu enggak ada yang patroli, sekarang ada," pungkasnya.
Warga Bojong Koneng Sebut Iring-iringan Prabowo Hampir 10 Mobil, Tapi Tak Hidupkan Strobo dan Sirine
Warga Desa Bojong Koneng, Selamet Santoso mengatakan, hampir setiap hari Prabowo Subianto pulang ke kediamannya.
Ia menjelaskan, iring-iringan mobil Presiden RI itu cukup panjang, bahkan bisa berisi sekitar 10 mobil.
"Ya setiap hari pulang ke sini (rumah Prabowo di Desa Bojong Koneng). Dikawal. Ada dua rangkaian. Bisa 10 mobil," kata Selamet, saat ditemui.
Meskipun tidak melihat sosok Prabowo Subianto secara langsung, Selamet mengungkapkan, dia merasa senang ketika rombongan RI1 melintasi jalan utama Desa Bojong Koneng yang berada persis di depan kedai mie ayam miliknya.
Menurutnya, setiap kali rombongan Presiden RI hendak melintas, selalu ada aparat keamanan yang berada di sisi-sisi jalan.
Adapun saat melintas, kata Selamet, iring-iringan mobil Presiden RI Prabowo Subianto sunyi, tanpa menyalakan strobo dan sirine.
"Enggak membunyikan strobo. Sunyi. Tapi penjaganya banyak di jalan-jalan. Senang, walaupun saya enggak lihat mukanya (Prabowo)," ucap Selamet.
Udai, seorang warga Desa Bojong Koneng lainnya juga menyampaikan hal serupa.
Ia menuturkan, iring-iringan mobil Presiden RI tidak menyalakan bunyi-bunyian yang mengganggu warga.
"Ya setiap hari (Prabowo Subianto) pulang ke sini. Dikawal. Pengawalannya kan panjang, ada beberapa mobil. Ya tapi senyap, enggak pakai bunyi-bunyian," ungkap Udai.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Kholik mengatakan, dalam beberapa kesempatan, Prabowo kerap membuka kaca jendela mobilnya untuk sekadar melambaikan tangan kepada para warga di Desa Bojong Koneng.
Hal tersebut, menurutnya disambut baik oleh para warga yang sedang berada di sisi jalan utama Desa Bojong Koneng.
"Enggak pakai strobo. Tetap dikawal, tapi sunyi. Tapi dia baik, melambaikan tangan, kacanya kadang dibuka," ucap Ketua RT di kediaman Prabowo itu.
"Sempat saya ngerasain itu. Apalagi pas pertama jadi Presiden, itu kan di sepanjang jalan kan kita sambut di sini. Bangganya jadi tetangga Presiden," tambah Kholik.
Bertetangga dengan Prabowo, Warga Bojong Koneng Cerita Pengalaman Masuk ke Rumah RI1
Sejumlah warga Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor menceritakan pengalaman mereka pernah masuk ke kediaman Prabowo Subianto.
Satu di antaranya, Selamet Santoso mengungkapkan perasaan senangnya saat bisa masuk ke rumah Prabowo.
Selamet mengatakan, saat itu, Prabowo belum menjabat sebagai Presiden RI, melainkan Menteri Pertahanan era Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Prabowo membuka kesempatan kepada para warga untuk melaksanakan salat Idul Fitri di kediamannya.
"Pernah saya sekali waktu lebaran Idul Fitri kayaknya 2023, sebelum (Prabowo) jadi Presiden. Saya pernah salat di rumahnya, dibuka, warga masuk," ungkap Selamet,saat ditemui.
Tak hanya berhasil masuk ke kediaman Prabowo, Selamet juga mengaku berjabat tangan dengan pria yang kala itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.
"Senang sih bisa jabat tangan dengan Presiden, rumahnya besar," katanya.
Ketua RT setempat, Kholik juga mengatakan, dia pernah masuk ke dalam rumah Prabowo Subianto.
Kesempatan tersebut berlangsung saat Kholik menjadi Ketua Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilu 2024.
Ia mendampingi petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) untuk melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit).
Ia tidak menjelaskan lebih lanjut soal jalannya kegiatan tersebut. Adapun Kholik mengatakan, rumah Prabowo tampak indah.
"Saya pernah masuk, waktu saya Coklit untuk pemilu. Soalnya kan warga enggak pernah lihat ke sana. Indah sekali," ungkap Kholik.
Mengenai Rumah Prabowo di Bojongkoneng
Prabowo memiliki dua tempat tinggal yakni di Padepokan Garuda Yaksa Hambalang, Bogor, tepatnya di Desa Bojongkoneng.
Dan satu rumah lainnya di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan.
Sejak menjabat Presiden RI, Prabowo lebih sering melakukan kegiatan berupa rapat dengan para menterinya di Bogor.
Rumah ini cukup luas sekitar 4,8 hektare dengan gaya arsitektur etnik tradisional dengan dominasi material kayu dan bata merah.
Dengan sejumlah fasilitas seperti helipad pribadi, lapangan berkuda, taman luas dan terbuka, serta pendopo tempat Prabowo menerima tamu.
Rumah ini sangat asri dan tenang dengan tentu saja pengamanan ketat dari pasukan pengamanan presiden atau Paspampres.
Penulis: Abdi Ryanda Shakti/Dennis Destrywan/Ibriza Fasti
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/o-memberikan-makan-hewan-peliharaan-di-ruv.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.