Kamis, 7 Mei 2026

Prakiraan Cuaca

BMKG Ungkap Penyebab Suhu Panas yang Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara terkait fenomena suhu panas di Indonesia dan menjelaskan penyebab utamanya.

Tayang:
Penulis: Lanny Latifah
Tribunnews/JEPRIMA
PENYEBAB CUACA PANAS - Sejumlah Pekerja berjalan dibawahi terik matahari di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (21/12/2023). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara terkait fenomena suhu panas di Indonesia dan menjelaskan penyebab utamanya. Tribunnews/Jeprima 

Ringkasan Berita:
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara terkait fenomena suhu panas di Indonesia dan menjelaskan penyebab utamanya.
  • Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan penyebab utama suhu panas adalah posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober berada di selatan ekuator.
  • Selain cuaca panas yang dominan, BMKG memprakirakan potensi hujan lokal akibat aktivitas konvektif masih dapat terjadi.

 

TRIBUNNEWS.COM - Belakangan ini, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami suhu panas yang cukup tinggi.

Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman bagi masyarakat dan meningkatkan risiko dehidrasi serta gangguan kesehatan lainnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun angkat bicara terkait fenomena suhu panas tersebut dan menjelaskan penyebab utamanya.

Menurut BMKG, cuaca panas dengan suhu maksimum mencapai 37,6°C yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia.

Kondisi ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.

Penyebab Suhu Panas

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa penyebab utama suhu panas ini adalah posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober berada di selatan ekuator.

Faktor lain yang turut berperan adalah penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat.

Hal ini menyebabkan pembentukan awan menjadi minim serta radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.

“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia” kata Guswanto di Jakarta, dikutip dari Siaran Pers BMKG, Kamis (16/10/2025).

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan bahwa data BMKG mencatat pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35°C menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Daftar Wilayah dengan Cuaca Terpanas di Indonesia Menurut BMKG, Suhu Capai 37,6°C

Adapun wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.

Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat).

Kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6°C di Sabu Barat (NTT) pada 13 Oktober 2025.

Lebih lanjut, suhu kembali meningkat pada 14 Oktober 2025, berkisar antara 34–37°C.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved