Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran
Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Golkar Minta Perbaiki Tata Kelola Program MBG
Menurut Golkar, sudah banyak program pemerintah yang berjalan dengan baik, hanya ada beberapa hal masih harus diperhatikan keberhasilannya.
Ringkasan Berita:
- Golkar menilai sudah banyak program pemerintah yang berjalan dengan baik
- Tapi ada beberapa hal masih harus diperhatikan keberhasilannya
- Program MBG tersebut harus banyak dilakukan perbaikan, terutama dalam tata kelolanya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Golkar memberikan penilaian terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Golkar, sudah banyak program pemerintah yang berjalan dengan baik, hanya ada beberapa hal masih harus diperhatikan keberhasilannya.
Baca juga: Setahun Pemerintahan Prabowo, Kementrans ‘Open House 24 Jam’ Terima Aduan dan Kritik Masyarakat
"Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran sudah menampakkan hasil yang baik," kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji saat dimintai tanggapannya, Minggu (19/10/2025).
Menurut Sarmuji, beberapa program yang masih diperbaiki itu adalah hal yang lumrah.
Sebab, saat ini pemerintahan Prabowo-Gibran masih terus berproses dan berprogres, rentang waktu keberhasilan terhadap program satu dengan yang lainnya juga tidak sama.
"Sebagian on progress karena tidak semua program bisa dinilai dalam jangka waktu pendek. Ibarat menanam pohon tergantung jenis tanamannya. Bayam dan kangkung bisa dipanen sebulan, durian mesti menunggu 3-4 tahun," kata Sarmuji.
Dirinya lantas menyorot program unggulan Presiden Prabowo yakni pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah.
Menurut Sarmuji, program tersebut harus banyak dilakukan perbaikan, terutama dalam tata kelolanya.
Pasalnya, masih ditemukan banyak masalah seperti halnya siswa yang keracunan usai santap menu MBG.
"Tata kelolanya saja yang harus diperbaiki. Perlu dipikirkan jumlah siswa yang dijangkau dalam satu dapur apakah perlu dilakukan pengurangan. Atau jika diperlukan bisa melibatkan komite sekolah yang isinya adalah orang tua siswa," beber dia.
Meski begitu, Golkar kata Sarmuji tetap merasa optimistis dengan program tersebut.
Apabila berhasil, maka dirinya meyakini akan berpengaruh pada peningkatan perekonomian di Indonesia.
"MBG sebenarnya program yang sangat baik. Jika berhasil akan bisa menjadi pengungkit baru perekonomian," tandas dia.
Program MBG
Sebagai informasi, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka akan genap berusia satu tahun pada Senin (20/10/2025) besok.
Beberapa program pemerintahan termasuk yang unggulan juga sudah mulai berjalan sejak keduanya dilantik oleh MPR RI setahun silam.
Hanya saja, tidak semua program berjalan dengan baik dan tanpa masalah. Salah satu hal yang menjadi sorotan sejauh ini adalah program MBG yang menargetkan penerima manfaat siswa sekolah.
Sejak program itu diluncurkan pada awal Januari 2025 lalu, ribuan siswa dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
Ombudsman RI bahkan sampai mengeluarkan hasil temuan terhadap program prioritas Presiden RI Prabowo tersebut.
Dalam temuan itu, tercatat sejak program tersebut diluncurkan hingga September 2025 didapati ada 34 kejadian luar biasa (KLB) keracunan akibat menu yang ada dalam MBG.
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika mengungkap, dari puluhan kejadian ini tercatat ribuan siswa sekolah menjadi korban.
"Jika kita jumlahkan, sejak Januari hingga September 2025, telah terjadi sekitar 34 kejadian luar biasa keracunan dengan ribuan korban mayoritas anak sekolah," kata Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika saat konferensi pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Selasa (30/9/20245).
Yeka membeberkan daerah-daerah aman saja yang jumlah korban keracunannya terbilang banyak dan mendapat sorotan.
Adapun yang dimaksud yakni seperti di Garut ada 657 siswa, di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat 497 siswa yang mengalami gejala serupa akibat menu yang diolah tanpa disiplin standar.
"Kasus terbesar terjadi di Bandung Barat, di mana 1.333 siswa harus mendapatkan perawatan medis karena makanan yang terlambat didistribusikan dan tidak higienis," sambung dia.
Selain itu, ada pula kejadian siswa keracunan di Bengkulu, Sulawesi Tengah, Bangka Belitung hingga Kabupaten Bogor.
"Di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, 276 siswa terdampak akibat ikan cakalang yang tercemar, sementara di Belitung, Bangka Belitung, puluhan siswa sakit karena makanan yang terlambat didistribusikan sehingga basi," ucapnya.
Terhadap kejadian ini, Yeka mengaku pihaknya turut prihatin lantaran program yang harusnya menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan Indonesia Emas di 2045, justru membuat banyak generasi muda keracunan.
Atas kondisi ini, dia mendesak agar Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penanggung jawab program prioritas Presiden Prabowo tersebut untuk segera melakukan perbaikan.
"Sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat standar keamanan pangan, memperbaiki disiplin distribusi, dan membangun sistem pengawasan yang lebih ketat," tandas Yeka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sarmuji-bimtek.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.