Jumat, 10 April 2026

Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran

Setahun Pemerintahan Prabowo, Kementrans ‘Open House 24 Jam’ Terima Aduan dan Kritik Masyarakat

Kementrans resmi membuka aduan, masukan, saran serta kritikan dari masyarakat dalam tajuk acara ‘Open House 24 Jam’.

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
OPEN HOUSE KEMENTRANS - Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam acara open house 24 jam untuk menerima aduan, masukan, saran serta kritikan dari masyarakat di Kantor Kementrans, Kalibata, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/10/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Kementrans membuka aduan, masukan, saran serta kritikan dari masyarakat dalam tajuk acara ‘Open House 24 Jam’
  • Open House 24 jam ini dalam rangka satu tahun laporan pertanggungjawaban dari Kementrans dalam pemerintahan Presiden RI
  • Ruang aduan dibuka di Kantor Kementerian Transmigrasi di Kalibata, Jakarta Selatan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) resmi membuka aduan, masukan, saran serta kritikan dari masyarakat dalam tajuk acara ‘Open House 24 Jam’ pada Sabtu (18/10/2025).

Open House 24 jam ini dalam rangka satu tahun laporan pertanggungjawaban dari Kementrans dalam pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan aduan selama 24 jam ini bisa disampaikan oleh masyarakat melalui online maupun offline.

Pihaknya juga membuka ruang aduan di Kantor Kementerian Transmigrasi di Kalibata, Jakarta Selatan.

"Kami Kementerian Transmigrasi butuh, selama 24 jam, jam berapa saja mereka bisa menyampaikan online, offline kami terima,” ujar Menteri Iftitah di kantornya, Sabtu.

“Kami ingin lebih dekat ke rakyat. Kami ingin mendengar langsung. Kan sekarang eranya sudah berubah menjadi era digital. Kehadiran bukan hanya secara fisik tapi hati serta pikiran tetap terkoneksi," sambungnya. 

Iftitah mengatakan sampai pagi ini sudah ada 1.754 partisipan yang masuk ke website open house 24 jam tersebut.  

Dimana, layanan itu telah dibuka sejak Senin lalu.

Dia mengatakan aduan, saran dan kritik yang masuk dari masyarakat akan dilakukan klasifikasi.

"Dan sekarang yang sudah masuk 1.754, kita sudah kelompok-kelompokan. Makanya saya sampaikan acaranya nanti selama 24 jam rileks saja, jangan protokoler, justru kita ingin yang hadir online itu ikut merasakan ada di sini,” terangnya.

“Mengapa begitu? kita ingin pertanyaan-pertanyaan yang dibahas di sini itu menjawab tanyanya juga para netizen," jelas Iftitah.

Dia mengatakan klasifikasi dilakukan untuk memetakan pertanyaan dan saran sejenis dan pertanyaan yang harus direspons secara langsung. 

Terlebih, dia telah menyiapkan 8 sesi selama acara open house 24 jam tersebut.

Dalam salah satu sesi, Iftitah ingin menyampaikan kepada publik program transmigrasi tidak dimulai sejak Desember 1950. Bahkan, di era kolonialisme Belanda transmigrasi sudah ada.

Pihaknya juga akan mengundang mantan Menteri  Eko Sandjojo untuk memamaparkan sesi pembahasan sejarah transmigrasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved