Minggu, 3 Mei 2026

Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran

Kompilasi Hasil Survei Penilaian Satu Tahun Kinerja Prabowo Gibran Versi CELIOS dan Poltracking

Berikut rangkuman kompilasi survei yang dilakukan Poltracking Indonesia dan CELIOS soal penilaian kinerja Prabowo-Gibran selama satu tahun menjabat.

Tayang:
BPMI Setpres/Rusman
SETAHUN PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN - Foto saat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggelar rapat bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Rabu, 6 Agustus 2025. Berikut rangkuman kompilasi survei yang dilakukan Poltracking Indonesia dan CELIOS soal penilaian kinerja Prabowo-Gibran selama satu tahun menjabat. 
Ringkasan Berita:
  • Berbagai lembaga melakukan survei atas penilaian setahun kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, seperti survei dari Poltracking Indonesia dan Center of Economic and Law Studies (CELIOS).
  • Menurut survei Poltracking, terdapat 78,1 persen masyarakat yang puas akan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Sementara menurut CELIOS, Prabowo - Gibran hanya mendapatkan nilai rata-rata 3 dari 10, mencerminkan penilaian publik yang sangat rendah terhadap kinerja satu tahun pemerintahannya.

TRIBUNNEWS.COM - Hari ini, Senin (20/10/2025), Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah genap setahun memimpin Indonesia sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu.

Setelah genap setahun menjabat, mulai bermunculan penilaian akan kinerja Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka selama memimpin Indonesia.

Berbagai lembaga pun melakukan surveinya atas penilaian kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran ini. Di antaranya ada survei dari Poltracking Indonesia dan Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Center of Economic and Law Studies (CELIOS) merupakan lembaga penelitian independen yang berfokus pada kajian ekonomi dan kebijakan publik di Indonesia. 

Sementara Poltracking Indonesia adalah perusahaan riset dan konsultan politik yang didirikan pada 14 Agustus 2012, bertujuan menghadirkan data akurat, kredibel, dan kompeten.

Berdasarkan hasil survei kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran, hasilnya terdapat perbedaan mencolok antara survei yang dilakukan Poltracking dan CELIOS.

Menurut survei Poltracking, terdapat 78,1 persen masyarakat yang puas akan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sementara menurut CELIOS Prabowo - Gibran hanya mendapatkan nilai rata-rata 3 dari 10, mencerminkan penilaian publik yang sangat rendah terhadap kinerja satu tahun pemerintahannya.

Lantas, bagaimana hasil selengkapnya terkait survei Poltracking dan CELIOS terhadap penilaian kinerja satu tahun Prabowo-Gibran ini?

Berikut rangkuman kompilasi survei yang dilakukan Poltracking Indonesia dan CELIOS soal penilaian kinerja Prabowo-Gibran selama satu tahun menjabat.

Survei Poltracking Indonesia

Menurut survei yang dilakukan Poltracking, sebanyak (78.1 persen) publik mengatakan puas (gabungan sangat puas dan cukup puas) terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sedangkan (19.3 persen) publik mengatakan tidak puas (gabungan kurang puas dan sangat tidak puas).

Hasil Survei Poltracking Indonesia soal Kinerja Prabowo-Gibran selama setahun.
PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN - Hasil Survei Poltracking Indonesia soal Kinerja Prabowo-Gibran selama setahun. Menurut survei yang dilakukan Poltracking, sebanyak (78.1persen) publik mengatakan puas (gabungan sangat puas dan cukup puas) terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sedangkan (19.3persen) publik mengatakan tidak puas (gabungan kurang puas dan sangat tidak puas).

Di antara yang merasa puas (78.1 persen), alasan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo dan Wapres Gibran yakni karena faktor kepemimpinan tegas dan berwibawa (18.8 persen), bantuan pemerintah tepat sasaran (12.3 persen), dan program Makan Bergizi Gratis (10.4 persen).

Kemudian di antara yang merasa tidak puas (19.3persen), alasan tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo dan Wapres Gibran yakni karena faktor ekonomi yang belum stabil (26.7 persen), bantuan tidak tepat sasaran (15.7 persen), dan kasus korupsi (8.9 persen).

Baca juga: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Angka Pengangguran dan Kemiskinan di RI Masih Tinggi

Untuk tingkat kepuasan kinerja Prabowo-Gibran di bidang ekonomi, ada sebanyak k (57.4 persen) publik merasa puas (gabungan sangat puas dan cukup puas), sedangkan (40.5 persen) publik merasa tidak puas (gabungan dari kurang puas dan sangat tidak puas).

Di bidang kesehatan, ada sebanyak (76.6 persen) publik merasa puas (gabungan sangat puas dan cukup puas), sedangkan (21.1 persen) publik merasa tidak puas (gabungan dari kurang puas dan sangat tidak puas).

Lalu di bidang pendidikan, sebanyak (79.0 persen) publik merasa puas (gabungan sangat puas dan cukup puas) terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, sedangkan (18.7 persen) publik merasa tidak puas (gabungan dari kurang puas dan sangat tidak puas)

Untuk kinerja Prabowo-Gibran di bidang hukum dan pemberantasan korupsi, sebanyak (68.2 persen) publik merasa puas (gabungan sangat puas dan cukup puas), sedangkan (27.4 persen) publik merasa tidak puas (gabungan dari kurang puas dan sangat tidak puas).

Di bidang pertahanan dan keamanan, (75.5 persen) publik merasa puas (gabungan sangat puas dan cukup puas) terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, sedangkan (17.9 persen) publik merasa tidak puas (gabungan dari kurang puas dan sangat tidak puas).

Bidang politik dan stabilitas nasional, sebanyak (65.7 persen) publik merasa puas (gabungan sangat puas dan cukup puas) terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, sedangkan (22.7 persen) publik merasa tidak puas (gabungan dari kurang puas dan sangat tidak puas).

Terakhir di bidang sosial budaya, sebanyak (74.9 persen) publik merasa puas (gabungan sangat puas dan cukup puas), sedangkan (13.3 persen) publik merasa tidak puas (gabungan dari kurang puas dan sangat tidak puas).

Diketahui, Survei Poltracking dilakukan pada 3–10 Oktober 2025 terhadap 1.220 responden di seluruh Indonesia. Survei ini menggunakan metode wawancara tatap muka langsung.

Survei ini memiliki margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga: Daftar 10 Menteri Berkinerja Terburuk dalam Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Versi Survei Celios

Survei CELIOS

Menurut survei CELIOS, Prabowo–Gibran hanya mendapatkan nilai rata-rata 3 dari 10, mencerminkan penilaian publik yang sangat rendah terhadap kinerja satu tahun pemerintahannya.

Sebanyak 29 persen responden memberi nilai 1 dan 20 persen memberi nilai 2, sehingga penilaian “sangat buruk” menjadi yang paling dominan. 

Selain itu, 14 persen responden memberi nilai 3 dan 13 persen memberi nilai 4, yang semakin menunjukkan bahwa publik menilai kinerja pemerintah cenderung “buruk”. 

Totalnya, 7 7 persen responden memberikan penilaian negatif terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran. 

Di sisi lain, hanya 17 persen responden yang menilai kinerja kabinet cukup baik, dan hanya 5persen yang menilainya “baik”.

CELIOS juga melakukan survei penilaian pemerintahan Prabowo-Gibran berdasarkan enam indikator. 

Hasilnya, capaian program dalam satu tahun kabinet Prabowo Gibran dinilai sangat mengecewakan. Hal ini tercermin dari 29 persen responden yang memberikan penilaian “sangat buruk” dan 43 persen responden yang memberikan penilaian “buruk”. 

Sementara itu, 26 persen responden menilai “cukup” dan hanya 2persen responden yang memberikan penilaian “baik."

Baca juga: Beri Nilai 3 dari 10 untuk Satu Tahun Prabowo-Gibran, CELIOS: Rapor Merah Hampir di Semua Sektor

Dalam satu tahun pemerintahannya, rencana kebijakan yang dibuat kabinet Prabowo–Gibran dinilai belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Sebagian besar responden memberi penilaian rendah, yaitu 36 persen menilai sangat buruk dan 44 persen menilai buruk. Hanya 18persen yang menilai cukup dan 2 persen yang menilai baik.

Dari sisi kepemimpinan, penilaiannya juga kurang memuaskan. Sebanyak 33 persen responden menilai kepemimpinan kabinet sangat buruk dan 31 persen menilai buruk. 

Ada 28 persen yang menilai cukup dan hanya 9 persen yang menilai baik. Sama seperti sebelumnya, tidak ada responden yang memberi nilai sangat baik untuk aspek ini.

Selain itu, tata kelola anggaran dalam satu tahun kabinet Prabowo-Gibran juga mendapat penilaian negatif dari mayoritas responden. 

Sebanyak 42 persen responden memberikan penilaian “sangat buruk” dan 39 persen responden memberikan penilaian “buruk”. Sementara itu, 17persen responden menilai “cukup” dan hanya 3 persen responden yang memberikan penilaian “baik.”

Baca juga: Mayoritas Publik Nilai Ekonomi Indonesia Membaik di Tahun Pertama Prabowo–Gibran

Terkait cara mengkomunikasikan kebijakan, Prabowo-Gibran dinilai gagal oleh mayoritas masyarakat. 

Sebanyak 63 persen responden menilai komunikasi kebijakan pemerintah sangat buruk dan 28 persen menilainya buruk. Hanya 5 persen yang merasa komunikasi pemerintah cukup baik dan hanya 4persen yang menilai baik. 

Data ini menunjukkan bahwa pemerintah belum mampu memberikan informasi yang jelas, terbuka, dan mudah dipahami publik, sehingga kebijakan yang dibuat sering menimbulkan kebingungan dan tidak mendapat dukungan luas.

Penegakan hukum juga menjadi sorotan serius. Sebanyak 37 persen responden menilai penegakan hukum sangat buruk dan 38persen buruk, sementara hanya 18 persen yang menilai cukup,
6persen menilai baik, dan hanya 1persen yang menilai sangat baik. 

Angka ini menunjukkan bahwa para panel masih melihat hukum belum berjalan adil dan tegas, serta masih ada kesan bahwa hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas. 

Dengan kata lain, kinerja penguatan sistem hukum dan aparat penegak hukum masih sangat rendah.

Sebagain informasi, CELIOS merilis hasil Evaluasi Kinerja Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran untuk menilai pencapaian program, kualitas kepemimpinan dan koordinasi, tata kelola anggaran, komunikasi kebijakan, dan penegakan hukum pada 19 Oktober 2025.

Laporan ini menggunakan dua pendekatan utama, yaitu survei expert judgment (panel) dan survei publik.

Survei expert judgment melibatkan 120 jurnalis dari 60 lembaga media nasional, sedangkan survei publik dilakukan untuk menangkap persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan dengan melibatkan 1.338 responden dari berbagai wilayah Indonesia.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)

Baca berita lainnya terkait Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved