Rabu, 8 April 2026

Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran

Program MBG dalam Setahun Prabowo-Gibran, Mendesak Sasar 3T

Menurut Tito, MBG juga menciptakan peluang kerja baru dan memperkuat rantai pasok pangan di tingkat lokal seperti daerah 3T

© UNICEF
MBG DAERAH 3T - Murid SMPN Kota Jayapura menerima makan siang yang disiapkan oleh sekolah dan komunitas di sekitar Jayapura. Menurut Tito, MBG juga menciptakan peluang kerja baru dan memperkuat rantai pasok pangan di tingkat lokal seperti daerah 3T 

Ringkasan Berita:
  • Program MBG menjadikan daerah 3t sebagai fokus utama
  • Mendagri Tito Karnavian mengungkap, daerah 3T diprioritaskan karena kondisi layanan gizi di sana masih sangat mendesak
  • Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, tujuannya menciptakan peluang kerja baru dan memperkuat rantai pasok pangan di tingkat lokal

 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam satu tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran, upaya untuk mewujudkan keadilan sosial di berbagai wilayah Indonesia mulai terlihat melalui implementasi program-program spesifik.

Salah satu contohnya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadikan daerah terdepan, terpencil, dan terluar (3T) sebagai fokus utama.

Program tersebut bertujuan untuk memperbaiki status gizi masyarakat sekaligus mendukung penguatan ekonomi di kawasan yang selama ini minim mendapat perhatian pembangunan.

Program MBG adalah inisiatif pemerintah Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran yang diluncurkan pada 2024. Program ini menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya, dengan tujuan utama mengurangi stunting, meningkatkan status gizi masyarakat, serta mendukung ekonomi lokal melalui rantai pasok pangan.

Pemerintah, bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pekerjaan Umum, melibatkan sejumlah lembaga terkait guna mempercepat pelaksanaan inisiatif ini.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan bahwa daerah 3T mendapat perhatian utama karena masih dihadapkan pada tantangan serius terkait akses gizi dan tingkat stunting.

“Daerah 3T diprioritaskan karena kondisi layanan gizi di sana masih sangat mendesak,” katanya dalam keterangan belum lama ini.

Menurutnya, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru dan memperkuat rantai pasok pangan di tingkat lokal.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah telah membentuk 141 gugus tugas untuk mempercepat pembangunan Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi-lokasi target.

Sampai saat ini, 806 lokasi telah memenuhi persyaratan untuk pembangunan dapur MBG.

Dari total itu, 264 dapur akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sementara 542 unit lainnya dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca juga: Program MBG dan Cek Kesehatan Gratis Perkuat Upaya Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan elemen dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan, bukan hanya sebagai bentuk bantuan sosial semata.

“Percepatan pengembangan SPPG difokuskan pada daerah 3T dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN),” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan dapur gizi di wilayah perbatasan mencerminkan upaya negara dalam memastikan pemerataan pembangunan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved