Program Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Ungkap Cerita di Balik Lahirnya Program Makan Bergizi Gratis
Dadan mengungkap, ia adalah salah satu dari enam orang tim pakar yang dibentuk untuk menyusun visi-misi dari pasangan Prabowo-Gibran.
Tanya: Oh, di Sukabumi yang pertama?
Jawab: Iya, betul. Dan begitu Pak Prabowo menang, diskusi makin intensif dan beliau mengatakan kita harus membentuk sebuah badan yang akan melaksanakan program ini. Karena beliau tidak ingin program ini dilaksanakan dalam bentuk kementerian. Maka dibentuklah apa yang disebut dengan Badan Gizi Nasional.
Tanya: Kenal dengan Presiden Prabowo di mana? Ketemu di mana?
Jawab: Tahun 2020 ikut menjadi tim pakar untuk program food estate di Kementerian Pertahanan. Dan saat itu sebenarnya saya ikut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional yang dekat sekali dengan Pak Prabowo, sudah lama.
Tanya: Soal Perpres terkait dengan MBG kelanjutannya bagaimana?
Jawab: Perpres itu sebenarnya mengatur lebih banyak keterkaitan antar lembaga ya. Karena ternyata setelah program ini dilaksanakan, kan kaitannya cukup besar. Memang yang melakukan pelaksanaan program ini Badan Gizi, tapi tidak cukup Badan Gizi saja, karena nanti akan butuh dukungan SDM dari Menpan-RB, dari Sekretariat Negara, peraturan dari Menteri Hukum. Kemudian pemenuhan rantai pasok dari Kementerian Pertanian, kemudian dari Kementerian KKP, butuh kelembagaan dalam koordinasi dengan Menteri Koperasi, dengan UMKM, dengan Menteri Desa.
Karena penerima manfaatnya banyak di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, ada juga di Kementerian Agama, kemudian penerima manfaatnya juga ada di Kementerian PPA, dan juga Kementerian Pendudukan dan Pembinaan Keluarga. Jadi ini satu dengan yang lain sering terkait, termasuk juga aspek kehalalan dari Badan Penyelenggara Produk Halal. Perpres itu akhirnya membahas tugas pokok fungsi dari masing-masing lembaga, kementerian, atau institusi.
Tanya: Terjadi banyak kasus terkait dengan keracunan. Kita juga mau tahu pak, ini kasus yang meningkat, bagaimana komunikasi bapak dengan pak Presiden? Bapak mengisyaratkan juga kalau misalnya ini jadi tekanan juga ya pak, saat ini seperti apa?
Jawab: Ya, tentu saja kan kita tidak menginginkan kejadian ini terjadi. Kita selalu menyesalkan setiap kali kejadian. Karena kita sudah membuat SOP itu sangat rinci, detil, termasuk memperhitungkan berbagai hal ya. Tapi yang namanya program besar, variasi daerahnya juga cukup tinggi, sehingga kejadian ini disesalkan masih terjadi. Dan kita berusaha sekuat tenaga agar semakin lama semakin kecil. Karena kita pahami, setiap kali kejadian ada penerima manfaat yang tersakiti, karena mereka harus dirawat, harus diinfus, dan lain-lain.
Kemudian setiap kali kejadian juga ada orang tua yang khawatir, takut anaknya apa-apa. Dan tentu saja juga setiap kali kejadian ada kepercayaan publik yang terganggu.
Tanya: Trauma juga pak?
Jawab: Trauma. Sehingga memang kita ingin menghindarkan itu terjadi. Dan oleh sebab itu, pak Presiden memberikan instruksi-instruksi yang lebih rinci lagi terkait dengan bagaimana meng-handle ini semua. Termasuk terakhir kemarin instruksi di Sidang Kabinet Paripurna agar BGN membagikan sendok atau mengajarkan agar anak makan menggunakan sendok.
Tanya: Sebelumnya emang belum ada ya pak sendok garpunya?
Jawab: Sudah sebetulnya. Cuma kan itu kan yang kecil ya, yang seringkali mungkin hilang. Jadi beberapa anak juga sering bawa sendiri. Tapi sekarang pak Presiden menginginkan Badan Gizi saja yang menyediakan.
Tanya: Tambahan anggaran lagi dong Pak?