Program Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Perintahkan MBG Dimasak Pakai Air Galon, Dokter Tan Kritik Keras: Bukan Itu Esensinya
Menurut Dokter Tan Shot Yen, kasus keracunan MBG tidak ada hubungannya dengan penyediaan sendok dan penggunaan air galon untuk memasak sajiannya.
Ringkasan Berita:
- Kepala BGN Dadan Hindayana memerintahkan penggunaan air galon dalam memasak menu sajian MBG demi mencegah kasus keracunan.
- Presiden RI Prabowo meminta BGN untuk menyediakan dan membagikan sendok dalam program MBG.
- Dokter Tan Shot Yen mengkritik keras, instruksi penyediaan sendok dan memakai air galon untuk memasak sajian MBG mencerminkan bahwa Prabowo dan Dadan tidak paham dengan HAACP.
TRIBUNNEWS.COM - Dokter sekaligus ahli gizi Tan Shot Yen mengkritisi instruksi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tentang memasak menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan air galon.
Menurut dokter yang juga penulis buku Nasehat buat Sehat ini, penggunaan air galon untuk memasak MBG bukan esensi utama dalam hal mencegah kasus keracunan.
Sebelumnya, Dadan telah mengatakan, air yang dipakai untuk memasak MBG harus air galon atau air bersertifikat demi mencegah potensi terjadinya pencemaran terhadap menu masakan yang akan dikonsumsi anak sekolah.
"Air yang digunakan pada masak makan bergizi itu harus air yang bersertifikat atau boleh dikatakan air galon atau isi ulang yang memang sudah melalui proses sertifikasi untuk menghasilkannya," kata Dadan di Kompleks Istana Negara, Senin (20/10/2025), dikutip dari Kompas.com.
Air galon merupakan air minum kemasan galon yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari.
Kata Dadan, banyak kasus gangguan pencernaan yang disebabkan oleh air berkualitas buruk.
"Karena daerah Indonesia luas, banyak kasus terkait dengan gangguan pencernaan berasal dari air," ucap Dadan.
Sementara, Presiden RI Prabowo Subianto juga meminta BGN untuk menyediakan dan membagikan sendok dalam program MBG.
Hal tersebut disampaikan Prabowo setelah membahas kasus keracunan MBG dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Awalnya, Prabowo mengingatkan agar para guru dan semua yang terlibat untuk mendidik anak untuk mengingatkan para murid cuci tangan sebelum makan.
Baca juga: Survei Terbaru Penilaian Publik soal Program MBG, Dilanjutkan atau Dihentikan Sementara?
Lalu, ia meminta agar sendok -yang menurutnya tidak terlalu mahal- disediakan dalam MBG.
"Sebaiknya kita mulai didik anak-anak kita, karena namanya anak-anak mungkin dia merasa sudah dicuci, atau apa dan sebagainya, ya mungkin kita harus sekarang, Kepala BGN sudahlah dibagi saja sendok yang sederhana, tidak apa, saya kira sendok itu tidak terlalu mahal," ujar Prabowo.
Keracunan MBG Nggak Ada Urusannya dengan Air Galon dan Sendok
Instruksi penyediaan sendok dan memakai air galon untuk memasak sajian MBG mendapat kritikan tajam dari Dokter Tan Shot Yen.
Menurut dokter kelahiran Beijing, China 17 September 1964 itu, instruksi air galon dan sendok ini mencerminkan bahwa Prabowo dan Dadan tidak paham dengan HAACP atau Hazard Analysis and Critical Control Point.
HAACP adalah sebuah metode ilmiah untuk memastikan keamanan pangan dengan mengendalikan titik kendali kritis di setiap tahap produksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/petugas-menyiapkan-menu-Makan-Bergizi-Gratis-MBG-di-dapur-SPPG-atau-Dapur-MBG.jpg)