Jumat, 8 Mei 2026

Natal dan Tahun Baru 2026

2,9 Juta Kendaraan Diprediksi ke Luar Jakarta Saat Natal dan Tahun Baru 2026

Analisis Korlantas diperkirakan terdapat 2.915.318 kendaraan yang akan keluar area Jakarta selama masa Nataru tersebut.

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PEMUDIK DI TOL - Foto ilustrasi. Kepadatan kendaraan pemudik yang melintasi jalan tol Palimanan-Kanci (Palikanci) KM 192, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (7/4/2024). 

Ringkasan Berita:
  • Korlantas memaparkan proyeksi pergerakan kendaraan pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 
  • Diperkirakan terdapat 2.915.318 kendaraan yang akan keluar area Jakarta selama masa Nataru
  • Jika dibandingkan dengan periode Nataru tahun 2024, peningkatannya diproyeksikan sebesar 0,9 persen atau sekitar 26.328 kendaraan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, memaparkan proyeksi pergerakan kendaraan pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026. 

Berdasarkan analisis Korlantas, diperkirakan terdapat 2.915.318 kendaraan yang akan keluar area Jakarta selama masa Nataru tersebut.

Agus menjelaskan bahwa proyeksi volume kendaraan pada Nataru tahun ini mengalami kenaikan 12,2 persen atau 255.669 kendaraan dibandingkan hari normal. 

Jika dibandingkan dengan periode Nataru tahun 2024, peningkatannya diproyeksikan sebesar 0,9 persen atau sekitar 26.328 kendaraan.

Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

"Kami laporkan proyeksi volume lalin keluar Nataru. Proyeksinya 2.915.318 kendaraan. Kalau prediksi Nataru hanya ada peningkatan 12,2 persen terhadap normal, dan naik 0,9 persen terhadap 2024,” ungkap Agus di Ruang Rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta.


Kendati ada peningkatan, Agus memastikan bahwa arus lalu lintas masih dapat dikendalikan. 

Agus menegaskan bahwa semua keputusan teknis seperti contra flow hingga one way akan ditentukan secara real time melalui pemantauan di Command Center KM 29.

"Artinya prediksi total traffic accounting yang ada di tol dan arteri masih bisa kita kendalikan. Parameter apakah nanti harus contra flow atau one way akan dinilai oleh command center di KM 29," ucapnya.

"Prediksi boleh, tapi kondisi saat itu yang menentukan. Kalau harus dilakukan one way, kami lakukan karena kami standby di command center,” imbuhnya.

Dugaan rekayasa lalu lintas

Agus juga menyebut sejumlah titik rawan yang berpotensi diberlakukan rekayasa lalu lintas seperti Gadog, Malang (Batu), hingga Canggu di Bali. 

Para direktur lalu lintas di tiap wilayah disebut sudah memahami karakteristik arus kendaraan di titik-titik tersebut.

"Wilayah seperti Gadog, Malang, termasuk Canggu di Bali itu sudah sangat dikuasai oleh para direktur lalu lintas. Jadi kapan kebijakan harus diterapkan dan bagaimana cara bertindak itu sudah mereka kuasai,” ucapnya.

Berdasarkan data yang ditampilkan, sebanyak 888.000 kendaraan akan mengarah ke arah barat menuju Cikupa dan Merak, 960.000 kendaraaan akan mengarah ke timur melalui Tol Trans Jawa, dan 672.000 kendaraan mengarah ke arah Selatan seperti Bandung dan Ciawi. 

Agus mengatakan metode traffic accounting menjadi faktor penting dalam mengukur beban lalu lintas, terutama dalam menetapkan keseimbangan antara jalur tol dan arteri.

"Traffic accounting sangat menentukan kondisi arus lalu lintas di jalan tol termasuk beban di arteri. Ketika nanti kita lakukan one way, antara tol dan arteri harus seimbang sehingga cara bertindak harus dihitung dengan parameternya,” ujar Agus.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved