Senin, 8 Juni 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Kemendiktisaintek: 30 Kampus Terdampak Bencana Sumatera, Rusak Berat hingga Gangguan Listrik

30 perguruan tinggi terdampak bencana Sumatera, ada yang rusak berat hingga gangguan listrik dan jaringan.

Tayang:
tangkapan layar
KAMPUS TERDAMPAK BENCANA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto. 30 perguruan tinggi terdampak bencana Sumatera, ada yang rusak berat hingga gangguan listrik dan jaringan. 

Ringkasan Berita:
  • Kemendiktisaintek mencatat sedikitnya 30 perguruan tinggi terdampak  bencana Sumatera.
  • Kondisi kampus pun beragam, ada yang mengalami kerusakan fasilitas ringan hingga berat, akses yang terputus, hingga gangguan listrik dan jaringan.
  • Kemendiktisaintek terus melakukan pendataan dan akan terus diperbarui seiring verifikasi lapangan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyampaikan duka cita mendalam atas bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Berdasarkan laporan awal per 1 Desember 2025, terdapat sedikitnya 30 perguruan tinggi terdampak.

Kondisi kampus mengalami kerusakan fasilitas ringan hingga berat, akses yang terputus, hingga gangguan listrik dan jaringan.

"Jumlah sivitas akademika yang terdampak langsung mencapai 6.437 orang. Hingga kini belum ada laporan resmi terkait korban jiwa atau orang hilang," ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto melalui keterangan tertulis, Selasa (2/12/2025).

Kemendiktisaintek, kata Brian, melakukan pendataan akan terus diperbarui seiring verifikasi lapangan.

Dirinya menegaskan komitmen pemerintah untuk bertindak cepat dan terukur.

"Kami berduka dan sekaligus berkewajiban memastikan seluruh perguruan tinggi terdampak mendapatkan bantuan. Prinsip kami jelas respons harus cepat, berbasis sains, dan berpihak pada keselamatan serta keberlanjutan pendidikan," ujar Brian.

Baca juga: Waka DPR Cucun Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatera dan Desak Pembukaan Akses Jalan

Sebagai langkah strategis, Kemdiktisaintek mengaktifkan program pengabdian kepada masyarakat sebagai instrumen utama respons cepat. 

"Bantuan difokuskan pada intervensi berbasis sains dengan melibatkan mahasiswa, dosen, relawan kampus, dan pemerintah daerah," katanya. 

Masa tanggap darurat akan fokus pada pemenuhan kebutuhan mendesak, dukungan lapangan, dan intervensi cepat.

Sementara tahap pemulihan akan mulai pada 2026 dengan menyasar program rehabilitasi, pemulihan aktivitas kampus, serta dukungan jangka panjang bagi perguruan tinggi.

Baca juga: Polri Pasang Starlink untuk Korban Bencana, Warga Akhirnya Bisa Terhubung dengan Keluarga

Brian Yuliarto menekankan bahwa ini bukan sekadar bantuan teknis, tetapi upaya memulihkan ekosistem pendidikan tinggi di wilayah terdampak.

"Kami akan memastikan setiap kampus bisa kembali menjalankan fungsi akademiknya secara aman dan bermartabat," katanya.

Sebanyak 13 perguruan tinggi di daerah terdampak (Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jambi) ditunjuk menjadi posko pusat koordinasi akademik dan pelaksanaan program di lapangan.

Perguruan tinggi dari luar wilayah terdampak yang memiliki kapasitas teknologi dan keahlian khusus juga diarahkan untuk mengirimkan bantuan teknis dan tenaga ahli.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved