Banjir Bandang di Sumatera
Progres Pemulihan Aceh Diklaim Sudah Tembus 95 Persen, Pemerintah Pastikan Warga Segera Pulih
Layanan publik beroperasi normal dan aparatur negara telah kembali ke pos masing-masing untuk memastikan kebutuhan administratif masyarakat terpenuhi.
Ringkasan Berita:
- Upaya pemulihan pascabencana di Aceh menunjukkan progres yang signifikan.
- Safrizal menegaskan bahwa roda pemerintahan di wilayah terdampak kini telah kembali stabil.
- Percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) terus dipacu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana di Aceh menunjukkan progres yang signifikan. Kaposko Wilayah Aceh, Safrizal ZA menegaskan bahwa roda pemerintahan di wilayah terdampak kini telah kembali stabil.
Baca juga: BNPB Sebut Aktivitas Ekonomi di Daerah Terdampak Bencana Aceh Mulai Membaik
Layanan publik sudah beroperasi normal dan aparatur negara telah kembali ke pos masing-masing untuk memastikan kebutuhan administratif masyarakat terpenuhi tanpa kendala.
“Pemerintah hadir dan bekerja. Konsistensi ini krusial untuk memastikan proses pemulihan berjalan terarah dan berkelanjutan,” kata Safrizal dalam pernyataannya, Selasa(14/4/2026).
Lebih lanjut, beliau merinci berbagai indikator kemajuan yang mencakup aspek infrastruktur hingga lingkungan. Pemulihan fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan konektivitas antarwilayah kini menjadi prioritas utama.
Juga program pembersihan sisa material melalui skema cash for work bahkan dinilai memberikan dampak ganda: mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus menjadi stimulan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Di saat yang sama, percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) terus dipacu guna memberikan kepastian tempat tinggal bagi warga terdampak.
Pada sektor sosial dan ekonomi, aktivitas belajar-mengajar dilaporkan telah kembali normal. Hal ini dibarengi dengan langkah penguatan ekonomi lokal serta distribusi bantuan yang diklaim semakin efektif dan tepat sasaran.
Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, Safrizal juga menyoroti pentingnya stabilitas kepemimpinan dalam masa transisi. Sebagai sosok yang pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, ia dinilai berhasil menjaga kondusivitas daerah, mulai dari mengawal transisi politik dalam Pilkada hingga mendukung integritas akademis di Universitas Syiah Kuala Aceh melalui perannya sebagai Ketua Majelis Wali Amanat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi adalah kunci agar setiap kebijakan pemulihan berbasis pada data dan benar-benar tepat sasaran.
Menutup dialog tersebut, Safrizal mengakui bahwa tantangan yang dihadapi memang besar. Namun, beliau menekankan bahwa kata "berat" bukanlah sebuah keluhan, melainkan pengingat akan besarnya tanggung jawab yang harus dijawab dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak.
Baca juga: Belajar dari Bencana Aceh dan Sumatra, Dosen UGM Ingatkan Bahaya Deforestasi
Bagi beliau, ini bukan sekadar soal cepat atau lambat, tetapi soal memastikan setiap langkah pemulihan benar-benar mampu membawa masyarakat Aceh kembali bangkit dengan lebih kuat.
Berikut Progres Pemulihan Aceh:
1. Pembersihan Lumpur: Dari 519 titik sasaran, sebanyak 480 titik (92 persen) sudah selesai dibersihkan hingga awal April 2026. Sisanya masih dalam proses .
2. Rehabilitasi & Rekonstruksi: Pemerintah pusat melalui Satgas PRR mengklaim progres sudah mencapai 95 persen di sejumlah wilayah terdampak .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kepala-sekolah-guru-melakukan-pembersihan-di-SD-Bireuen-Aceh-pasca-banjir-Sumatera.jpg)