Kamis, 14 Mei 2026

Natal dan Tahun Baru 2026

Kepala BMKG: Waspadai Potensi Bibit Siklon di Selatan Indonesia Jelang Nataru

Sejumlah rentetan potensi itu seperti adanya fenomena Monsun Asia yang akan meningkatkan curah hujan. Kemudian ada pula anomali atmosfer Madden Julian

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: willy Widianto
BMKG
BIBIT SIKLON - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti soal kemunculan bibit siklon di selatan perairan Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, mengingatkan adanya potensi terbentuknya bibit siklon di wilayah perairan selatan Indonesia menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca juga: Kepala BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ekstrem Hingga Februari, Ini Wilayah Rawan dan Potensi Dampaknya

Faisal mengatakan kawasan Selatan Indonesia kini menjadi fokus utama pemantauan potensi cuaca ekstrem.

“Yang kita waspadai sekarang adalah di bagian selatan Indonesia. Karena ada kemungkinan bibit siklon itu akan terbentuk di perairan selatan dari Indonesia," kata Faisal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

"Mulai dari selatan Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua bagian selatan,” imbuhnya.

Sebelumnya, BMKG mengungkap adanya potensi cuaca ekstrem di momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).  Diprediksi cuaca ekstrem tersebut bakal terjadi pekan ketiga Desember 2025 sampai pekan kedua Januari 2026.

Sejumlah rentetan potensi itu seperti adanya fenomena Monsun Asia, yang akan meningkatkan curah hujan. Kemudian ada pula anomali atmosfer yang dinamakan Madden Julian Oscillation.

Lalu ada juga seruak dingin dari Siberia yang juga akan meningkatkan curah hujan di Indonesia. 

Serta akan terjadi penguatan dua gelombang atmosfer dari arah yang berbeda, yakni gelombang Kelvin yang datang dari barat dan gelombang Rossby Equator dari timur berinteraksi sehingga memperkuat anomali cuaca. 

Kombinasi keduanya meningkatkan potensi terjadinya hujan ekstrem di sejumlah wilayah.

Baca juga: Taifun Senyar Picu Bencana Besar di Sumatra, BMKG : Hujan Sebulan Dijatuhkan Sehari

BMKG juga mewanti-wanti mulai bangkitnya bibit siklon yang berkembang menjadi siklon tropis.

Faisal menjelaskan, wilayah tersebut memiliki kondisi atmosfer yang mendukung tumbuhnya potensi gangguan cuaca.

Termasuk pembentukan bibit siklon yang dapat memicu gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat.

“Jadi sebenarnya sekarang kami juga lebih fokus untuk memprediksi terjadinya atau terbangkitnya bibit siklon di bagian selatan dari Indonesia. Itu yang akan kita hadapi di mendekati Nataru nanti,” pungkasnya.

Baca juga: BMKG: Siklon Senyar Berputar 3 Hari di Selat Malaka, Picu Banjir Maut di Sumatera

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved