Kamis, 18 Juni 2026

Hari Disabilitas Internasional

Sejarah dan Tema Hari Disabilitas Internasional 2025, Diperingati 3 Desember

Simak sejarah dan tema Hari disabilitas internasional 2025 yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Tayang:
Penulis: Nurkhasanah
Editor: Nuryanti
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
HARI DISABILITAS INTERNASIONAL - Sejumlah penyandang disabilitas mencari informasi lowongan pekerjaan saat Job Fair Disabilitas 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Senin (3/11/2025). Simak sejarah dan tema Hari disabilitas internasional 2025 yang diperingati setiap tanggal 3 Desember. 
Ringkasan Berita:
  • Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember. 
  • Peringatan ini dicanangkan pada tahun 1992 melalui resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
  • Tema Hari Disabilitas Internasional 2025 adalah “Fostering disability-inclusive societies for advancing social progress.”. 

 

TRIBUNNEWS.COM - Hari Internasional Penyandang Disabilitas atau Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember. 

Peringatan ini juga dikenal dengan International Day of Persons with Disabilities (IDPD). 

Hari Disabilitas Internasional ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Peringatan ini menjadi momentum yang tepat untuk merefleksikan sejauh mana masyarakat telah memberikan ruang yang adil dan aksesibel bagi penyandang disabilitas.

Sejarah Peringatan Hari Disabilitas Internasional 

Mengutip laman PBB, peringatan Hari Internasional Penyandang Disabilitas pertama kali dicanangkan pada tahun 1992 melalui resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

Tujuannya adalah untuk memajukan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas di semua bidang kehidupan sosial dan pembangunan. 

Peringatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan situasi penyandang disabilitas dalam setiap aspek kehidupan politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

Tema Hari Disabilitas Internasional 2025

Hari Disabilitas Internasional 2025 jatuh pada Rabu, 3 Desember 2025. 

Mengutip laman Departemen Ekonomi dan Sosial PBB, tema Hari Disabilitas Internasional 2025 adalah “Fostering disability-inclusive societies for advancing social progress.”

Dalam bahasa Indonesia berarti, "Membina masyarakat yang inklusif disabilitas untuk memajukan kemajuan sosial."

Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 dibangun langsung dari momentum KTT Dunia Kedua untuk Pembangunan Sosial, yang diselenggarakan di Doha pada 4-6 November 2025. 

Dalam kegiatan tersebut, para pemimpin dunia menegaskan kembali komitmen mereka untuk membangun dunia yang adil, inklusif, dan setara.

Baca juga: 50 Kata-kata Hari Disabilitas Internasional 2025 yang Bijak dan Bermakna

Seruan untuk Menempatkan Inklusi Disabilitas di Pusat Kemajuan Sosial

Deklarasi Politik Doha mengingatkan masyarakat global bahwa memajukan pembangunan sosial mustahil dilakukan tanpa inklusi, partisipasi, dan kepemimpinan penuh penyandang disabilitas. 

Namun, di setiap kawasan, penyandang disabilitas terus menghadapi hambatan yang terus-menerus:

  • Risiko kemiskinan yang lebih tinggi
  • Akses terbatas terhadap pekerjaan layak dan upah rendah
  • Kesenjangan dalam perlindungan sosial, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor informal
  • Hambatan terhadap otonomi, martabat dan agensi dalam sistem perawatan dan dukungan
  • Akses yang tidak merata terhadap teknologi bantuan dan lingkungan yang dapat diakses

Mengenal Apa Itu Disabilitas

Dikutip dari laman PBB, disabilitas adalah suatu kondisi atau fungsi yang dinilai terganggu secara signifikan dibandingkan dengan standar normal individu dalam kelompoknya. 

Istilah ini sering digunakan untuk merujuk pada fungsi individu, termasuk gangguan fisik, gangguan sensorik, gangguan kognitif, gangguan intelektual, penyakit mental, dan berbagai jenis penyakit kronis. 

Penyandang disabilitas menjadi minoritas terbesar di dunia. 

Umumnya, mereka memiliki kesehatan yang lebih buruk, prestasi pendidikan yang lebih rendah, peluang ekonomi yang lebih sedikit, dan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dibandingkan orang tanpa disabilitas. 

Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya layanan yang tersedia bagi penyandang disabilitas, seperti teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keadilan, atau transportasi dan berbagai hambatan lain dalam kehidupan sehari-hari.

Hambatan-hambatan tersebut dapat beragam bentuknya, termasuk yang berkaitan dengan lingkungan fisik, atau yang diakibatkan oleh undang-undang atau kebijakan, atau dari sikap masyarakat atau diskriminasi.

Orang-orang dengan disabilitas memiliki risiko kekerasan yang jauh lebih tinggi, berikut rinciannya:

  • Anak-anak penyandang disabilitas hampir empat kali lebih mungkin mengalami kekerasan daripada anak-anak tanpa disabilitas.
  • Orang dewasa dengan disabilitas memiliki kemungkinan 1,5 kali lebih besar menjadi korban kekerasan dibandingkan mereka yang tidak memiliki disabilitas.
  • Orang dewasa dengan kondisi kesehatan mental memiliki risiko hampir empat kali lebih besar mengalami kekerasan.

Faktor-faktor yang menempatkan orang-orang dengan disabilitas pada risiko kekerasan yang lebih tinggi meliputi stigma, diskriminasi, dan ketidaktahuan tentang disabilitas, serta kurangnya dukungan sosial bagi mereka yang merawat mereka.

(Tribunnews.com/Nurkhasanah)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved