Selasa, 19 Mei 2026

Banjir di Sumatera

Warga Korban Banjir di Sumbar Sulit Dapatkan Air Bersih dan Sembako

Warga korban banjir di Sumatera Barat kesulitan mendapatkan air bersih dan sembako untuk kebutuhan sehari-hari.

Tayang:
HO/IST/dok.
EVAKUASI KORBAN BANJIR - Petugas dan relawan mengevakuasi korban meninggal akibat banjir bandang di kawasan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (2/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Warga korban banjir di Sumatera Barat kesulitan mendapatkan air bersih dan sembako untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Akses jalan ke Lhokseumawe dan Langsa di Aceh masih terputus dan belum bisa dilalui.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap kondisi warga korban banjir di Sumatera Barat kini memprihatinkan.

Warga kesulitan mendapatkan air bersih dan sembako untuk kebutuhan sehari-hari.

"Saya kemarin di Sumatera Barat itu banyak keluarga yang malam masih tidur suami istri, tiba-tiba paginya istrinya yang hilang atau suaminya hilang," kata dia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (3/12/2025).

"Ada anaknya yang hilang. Banyak rumahnya yang hilang. Lebih dari 700 keluarga. Itu [baju] yang dipakai mereka itu satu. Jangankan baju, rumahnya hilang. Rumahnya habis," ujarnya.

Pihaknya telah meminta berbagai kementerian dan lembaga yang berada di bawah koordinasinya untuk lebih peka terhadap kondisi darurat di Sumatera.

Rencananya mengunjungi korban banjir di Lhokseumawe dan Langsa usai dari Sibolga, Sumatra Utara, harus ditunda karena akses di sana masih belum terbuka. Dia diminta menunggu tiga hari lagi.

Pihaknya telah meminta Perum Bulog agar menambah pasokan bantuan dua kali lipat.

Pegawai Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional telah mengumpulkan sumbangan senilai Rp 75 miliar untuk para korban banjir.

"Saya juga bahagia begitu kuat kita ini persatuan ya. Waktu di Sumatera Barat, masyarakat juga langsung memberi bantuan, perusahaan memberi bantuan, dari pemerintah pusat, dari mana-mana datang, wali kota satu harian, gubernur satu harian di situ, DPRD juga turun," katanya.

Baca juga: Amnesty Minta Pemerintah Setop Salahkan Cuaca, Desak Tetapkan Status Darurat Nasional

Hingga Rabu (3/12/2025) pagi jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 753 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan selain korban meninggal dunia, tercatat 499 orang masih hilang.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved