Cara Menyaksikan Cold Moon 4 Desember 2025, Ini Waktu Terbaik dan Lokasi Pengamatan Ideal
Fenomena Cold Mood atau Bulan Dingin akan kembali menghiasi langit pada Kamis, 4 Desember 2025.
Ringkasan Berita:
- Pada tahun 2025, Cold Moon menjadi istimewa karena bertepatan dengan supermoon ketiga yang membuat ukurannya tampak lebih besar dan lebih terang.
- Fenomena ini bisa dilihat pada malam 4 Desember hingga 5 Desember, terutama saat bulan terbit sekitar satu jam setelah matahari terbenam.
- Pengamatan terbaik dapat dilakukan dari area terbuka, menggunakan mata telanjang atau teropong, dengan memastikan kondisi cuaca cerah.
TRIBUNNEWS.COM - Fenomena Cold Mood atau Bulan Dingin akan kembali menghiasi langit pada Kamis, 4 Desember 2025.
Cold Moon adalah sebutan tradisional untuk bulan purnama bulan Desember.
Nama ini muncul karena bulan purnama tersebut terjadi pada salah satu periode terdingin dan tergelap dalam setahun.
Dalam budaya lokal dan suku-suku asli Amerika, setiap bulan purnama memiliki nama yang menggambarkan perubahan musim atau tanda alam pada bulan itu.
Beberapa nama lain untuk Bulan purnama Desember menurut The Old Farmer’s Almanac antara lain Frost Exploding Trees Moon (Cree), the Moon of the Popping Trees (Oglala), the Moon When the Deer Shed Their Antlers (Dakota), the Winter Maker Moon (Western Abenaki), the Cold Moon (Mohawk) and the Long Night Moon (Mohican) merujuk pada panjangnya malam menjelang titik balik matahari musim dingin.
Dalam tradisi Inggris Kuno dan Anglo-Saxon, bulan purnama Desember disebut Bulan Sebelum Yule dan Bulan Malam Panjang.
Tahun ini, Cold Moon semakin istimewa karena juga merupakan supermoon, yang berarti ukurannya terlihat lebih besar dan cahaya lebih terang dari purnama biasanya.
Hal ini terjadi karena orbit Bulan berbentuk elips, sehingga jaraknya dengan Bumi berubah-ubah. Pada titik terdekat disebut perigee, sedangkan titik terjauh disebut apogee.
Ini juga merupakan supermoon ketiga sekaligus terakhir di tahun 2025.
Pada 2 kesempatan sebelumnya, Bulan purnama periege terjadi pada 7 Oktober 2025 dan 5 November 2025
Semuanya, memiliki ukuran semi-diameter lebih dari 16'30", yang membuat bulan tampak besar dan lebih terang daripada fase purnama biasa.
Baca juga: Mengenal Siklon Tropis Senyar, Penjelasan Soal Nama hingga Kenapa Disebut sebagai Fenomena Langka
Menariknya, meskipun Cold Moon berada di titik purnama paling dekat saat senja pada 4 Desember, kalian juga dapat menikmati tampilan bulan yang sangat cerah sehari sebelum dan sesudahnya, dikutip dari livescience.com.
Pemandangan paling mengesankan justru terjadi pada Jumat, 5 Desember 2025.
Ketika bulan terbit sekitar satu jam setelah matahari terbenam, menjadikannya waktu ideal bagi para pengamat yang ingin mencoba menyaksikan menggunakan teropong atau teleskop kecil.
Menurut informasi yang dibagikan BMKG, momen puncak Bulan Purnama Perige diperkirakan terjadi pada 5 Desember 2025 sekitar pukul 06.14 WIB.
Sebelumnya, bulan akan berada pada jarak terdekatnya dari Bumi (perigee) pada 4 Desember 2025, tepatnya pada pukul 18.05 WIB.
Setelah Cold Moon, bulan purnama berikutnya adalah Wolf Moon (Bulan Serigala) pada 3 Januari 2026, yang juga menjadi supermoon keempat berturut-turut sekaligus purnama pertama dari 13 purnama di tahun 2026, dipengaruhi oleh adanya Bulan Biru pada Mei 2026, dikutip dari time.com.
Cara Menyaksikan Cold Moon 4 Desember 2025
Untuk menyaksikan Cold Moon, kamu dapat menggunakan teropong atau teleskop bintang.
Berikut caranya:
1. Pilih Lokasi Terbuka dan Minim Polusi Cahaya
Carilah area lapang seperti pantai, dataran tinggi, persawahan, atau taman kota yang jauh dari lampu-lampu terang.
Semakin sedikit polusi cahaya, semakin jelas bulan akan terlihat.
2. Waktu Terbaik untuk Mengamati
- Malam 4 Desember 2025: Bulan mulai tampak lebih besar, ideal untuk melihat fase awal supermoon.
- Senja hingga malam 5 Desember 2025: Tampilan paling dramatis, dengan Bulan terbit sekitar satu jam setelah Matahari terbenam.
- Puncak astronomi: 5 Desember pukul 06.14 WIB, meski tidak semua wilayah masih berada dalam waktu malam.
3. Gunakan Teropong atau Teleskop Kecil
Meskipun Bulan terlihat jelas dengan mata telanjang, menggunakan teropong atau teleskop ringan akan membuat detail permukaan seperti kawah dan maria Bulan tampak lebih menonjol, ideal untuk pengamatan pemula.
4. Arahkan Pandangan ke Timur
Pada puncak fase terbit, Bulan akan muncul dari cakrawala timur.
Semakin tinggi posisinya di langit, semakin terang dan jelas bentuk purnamanya.
5. Cek Cuaca
Awan tebal bisa menutupi pemandangan, jadi pastikan untuk mengecek prakiraan cuaca setempat sebelum melakukan pengamatan.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Supermoon
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Supermoon-4-Desember-2025.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.