Banjir Bandang di Sumatera
Menteri Agama Ajak Guru Doakan Korban Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para guru di seluruh Indonesia untuk mendoakan para korban bencana di Sumatera.
Ringkasan Berita:
- Nasaruddin Umar menyebut musibah yang terjadi di Sumatera sangat memilukan hati
- Menag ajak guru di seluruh Indonesia untuk mendoakan para korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
- Doa guru memiliki kedudukan istimewa, sebagaimana doa orang tua kepada anaknya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para guru di seluruh Indonesia untuk mendoakan para korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Seruan itu disampaikan saat menghadiri acara Doa Guru dan Donasi untuk Negeri di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
Dalam pidatonya, Nasaruddin Umar menyebut musibah yang terjadi di tiga provinsi tersebut sangat memilukan hati.
"Kemarin ini kita menyaksikan pemandangan yang sangat memilukan hati di Aceh, di Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dan inilah dunia yang kita tempati sekarang ini. Kita hanya berusaha, tapi Tuhan yang menentukan," kata Nasaruddin.
Ia menekankan doa para guru memiliki kedudukan istimewa, sebagaimana doa orang tua kepada anaknya.
Baca juga: Update BNPB: Jumlah Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir Sumatera 914 Jiwa
"Maka itu doa para guru dan juga sekaligus pengabdian kita kepada negara ini sangat penting," ujarnya.
Nasaruddin menjelaskan dalam hadis Nabi, doa orang tua untuk anaknya diijabah.
Guru, kata dia, merupakan orang tua spiritual-intelektual.
Sehingga, doa guru bagi murid maupun bagi bangsa memiliki kekuatan yang sama.
Baca juga: Siapkan Pemulihan, Kemenag Data Madrasah dan Rumah Ibadah yang Hancur Akibat Bencana di Sumatera
"Jadi doanya guru terhadap muridnya, sama dengan doanya orang tua terhadap anaknya. Sama juga sebaliknya, doa seorang anak terhadap orang tuanya itu juga akan diijabah," katanya.
Ia memuji ketulusan para guru yang bertugas di berbagai pelosok Indonesia, termasuk yang harus menempuh perjalanan berbahaya demi mengajar.
Ia menyebut banyak guru di pulau terpencil yang mempertaruhkan nyawa di tengah gelombang laut atau berjalan kaki sangat jauh karena akses transportasi minim.
"Itulah guru. Guru buat kita semuanya adalah sumber pencerahan bangsa. Tanpa guru, Indonesia tidak mungkin bercahaya," ucap Nasaruddin.
Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera 914 jiwa meninggal dunia dan 389 jiwa masih dinyatakan hilang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-Agama-Nasaruddin-Umar-pada-acara-Doa-Guru-dan-Donasi.jpg)