Senin, 27 April 2026

Sosok Deddy Sitorus, Kader PDIP Cecar Bima Arya saat Singgung Fungsi E-KTP Dibanding MyKad

E-KTP dibandingkan dengan MyKad milik Malaysia, Deddy Sitorus mencecar Bima Arya soal fungsional dari KTP yang sudah belasan tahun punya chip

Tayang:
Tribunnews.com/Fersinanus Waku
CECAR BIMA ARYA - Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/1/2025). E-KTP dibandingkan dengan MyKad milik Malaysia, Deddy Sitorus mencecar Bima Arya soal fungsional dari KTP yang sudah belasan tahun punya chip 

Ringkasan Berita:
  • Deddy Sitorus mencecar Wamendagri Bima Arya dalam rapat Komisi II DPR RI
  • Ia mengungkapkan rasa frustrasi masyarakat mengenai inkonsistensi sistem penggunaan KTP
  • Kader PDIP ini membandingkan peran MyKad milik Malaysia yang multifungsi dibanding e-KTP

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, mencecar Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dalam rapat Komisi II DPR RI yang berlangsung belum lama ini.

Deddy Sitorus menyinggung fungsi dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sudah memiliki teknologi chip bertahun-tahun namun tak sesuai dengan manfaatnya.

Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini bahkan membandingkan e-KTP dengan MyKad, kartu pengenal identias milik warga Malaysia yang dirancang sebagai multi-purpose smart card atau kartu pintar multifungsi.  

Deddy mengungkapkan rasa frustrasi masyarakat mengenai inkonsistensi sistem.

Meskipun KTP sudah canggih (memiliki chip), masyarakat masih sering diminta fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), hingga akta lahir untuk urusan administrasi.

Ia menganggap birokrasi di Indonesia sangat melelahkan (beribet) karena data yang sudah ada di ujung jari tidak terintegrasi saat warga kehilangan dokumen atau membutuhkan layanan dasar.

Kesimpulannya, Deddy Sitorus ingin menekankan bahwa pemerintah perlu segera melakukan integrasi data nasional agar anggaran tidak terbuang percuma dan pelayanan publik tidak menyulitkan rakyat.

"Kita kalau urusan ngambur-ngamburkan uang tuh juara satu, Pak. Untuk data saja, padahal kalau kita pakai single apa namanya... ID card ini, KTP ini bisa dipakai untuk semua. Ini Pertamina keluar uang bikin data sendiri untuk subsidi, ya nggak nyelesaikan persoalan itu, banyak persoalan di sana," ungkap Deddy, dikutip dari YouTube TVR Parlemen..

"KPU keluarkan uang untuk data pemilih, triliun-triliun nih semua urusannya ini ya. Lalu BPJS bikin lagi, Kemensos bikin lagi, semuanya bikin hanya untuk urusan data. Luar biasa ini, pemborosan yang luar biasa kalau menurut saya."

"Entah kapan kita mau selesaikan. Kita harus bilang kita lebih bodoh dari orang Malaysia kalau urusan ini, karena nggak pernah kelar. This is nothing personal Pak ya, tapi ini persoalan kita. Dan saya kira benar tadi yang disebutkan, ini soal political will."

"Untuk soal data ini, triliunan kita buang tuh tiap tahun. Tiap tahun. Padahal BRI punya data nasabah misalnya, dan lain-lain lah. Juga tadi rumitnya kita punya KTP, udah pakai chip apa-apa, urusan harus pakai fotokopi lagi. Ditanya lagi KK, ditanya lagi surat lahir, ditanya lagi kalau kami ini surat baptis, mampus kita!"

Baca juga: MyKad KTP-nya Warga Malaysia Disinggung di Rapat Komisi II DPR, Perbandingan dengan e-KTP Indonesia

"Lalu buat apa kita udah ada ujungnya? Ketika kita hilang KTP diminta itu semua lagi. Ini kan urusannya negara, this is very basic government services. Kenapa jadi begini beribet gitu loh menurut saya."

Sosok Deddy Sitorus

Deddy Sitorus memiliki nama lengkap Deddy Yevri Hanteru Sitorus.

Ia lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut) pada 17 November 1970.

Deddy merupakan lulusan S1 Pertanian Universitas Simalungun pada 1996.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved