Kamis, 7 Mei 2026

PBNU dan Dinamika Organisasinya

Penyebab Konflik PBNU Terkait Konsesi Tambang? Gus Yahya: Insya Allah Nanti Ada Jalan Keluar

Menurutnya, hal itu merupakan kepentingan bagi segelintir pihak yang menginginkan dirinya mundur dari jabatan Ketum PBNU.

Tayang:
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
KONFLIK PBNU - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya memberi respon soal rapat pleno yang digelar oleh jajaran Syuriyah PBNU di Jakarta pada Selasa (9/12/2025). Gus Yahya merespon soal isu konsesi tambang yang diduga menjadi penyebab terjadinya konflik internal di tubuh PBNU. 

Ringkasan Berita:
  • Gus Yahya merespon soal isu konsesi tambang yang diduga menjadi penyebab terjadinya konflik internal di tubuh PBNU
  • Isu tersebut hanya merupakan manuver dan opini
  • Dia hanya menyebut nantinya akan ada jalan keluar dari permasalahan di PBNU itu

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul (PBNU), Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya merespon soal isu konsesi tambang yang diduga menjadi penyebab terjadinya konflik internal di tubuh PBNU.

Konsesi tambang adalah pemberian hak atau izin dari pemerintah kepada pihak tertentu (perusahaan, organisasi, atau lembaga) untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya tambang dalam jangka waktu tertentu.

Baca juga: Gus Yahya Percaya Diri Tidak akan Ada Dua Ketua Umum PBNU: Enggak Ada yang Mau NU Pecah

Menurutnya, isu tersebut hanya merupakan manuver dan opini. Dia hanya menyebut nantinya akan ada jalan keluar dari permasalahan di PBNU itu.

"Lagi-lagi itu soal manuver, yang namanya manuver, opini, ini biasa lah. Insya Allah nanti ada jalan keluar," kata Gus Yahya kepada wartawan di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).

Baca juga: Gus Yahya Tetap Berkantor di PBNU Jelang Digelarnya Rapat Pleno Syuriyah di Jakarta

Manuver itu, kata Gus Yahya, juga sama dengan digelarnya rapat pleno oleh jajaran Syuriyah PBNU yang isinya akan menunjuk penjabat (Pj) Ketum PBNU hari ini.

Menurutnya, hal itu merupakan kepentingan bagi segelintir pihak yang menginginkan dirinya mundur dari jabatan Ketum PBNU.

"Itu kan manuver, seperti saya bilang sejak awal bahwa secara de jure maupun de facto, saya masih tetap dalam kedudukan saya sebagai Ketua Umum Tanfidizyah PBNU, saya masih efektif dalam fungsi saya termasuk menggerakkan organisasi sampai ke bawah," jelasnya.

"Bahwa apapun keinginan orang untuk menghentikan saya tanpa muktamar, tanpa forum musyawarah tertinggi itu tidak mungkin bisa dieksekusi karena bertentangan dengan AD/ART dan melawan hukum," tuturnya.

Sebelumnya, Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM RI (Menkopolhukam) Mahfud MD menilai gejolak internal di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) ada kaitannya dengan pengelolaan tambang.

Dalam podcast Terus Terang yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, Senin (24/11/2025), Mahfud MD mengaku tidak ingin ikut campur dalam permasalahan internal NU.

Ia tidak mau memihak siapa pun di balik desakan agar Gus Yahya mundur dari Ketua Umum PBNU.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 mengungkap, dirinya hanya ingin NU selamat, apalagi saat ini ada konflik soal pengelolaan tambang.

Menurutnya, gejolak internal NU juga ada kaitannya dengan konflik soal tambang, di mana NU menjadi ormas keagamaan yang mendapat jatah mengelola industri yang mengambil mineral atau bahan galian lain untuk keperluan manusia itu.

Sehingga, karena kepengurusan PBNU masa khidmat 2022-2027 tinggal setahun, Mahfud meminta agar konflik internal NU segera diselesaikan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved