Wawancara Eksklusif
VIDEO EKSKLUSIF Kesasar yang Mengubah Hidup: Kisah Farida Farichah Menjadi Wakil Menteri Koperasi
Farida Farichah tak pernah membayangkan langkah hidupnya akan membawanya ke kursi Wakil Menteri Koperasi.
Ringkasan Berita:
- Farida Farichah mengaku “kesasar di tempat yang tepat” setelah tiba-tiba diminta Presiden Prabowo menjadi Wamen Koperasi
- Farida Farichah mengaku tak pernah bermimpi menjadi Wamen Koperasi dan menyebut penunjukannya sebagai bentuk dukungan Presiden Prabowo kepada generasi muda.
- Ia aktif turun ke lapangan untuk melihat kondisi koperasi secara langsung agar kebijakan yang dijalankan benar-benar sesuai fakta
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Farida Farichah tak pernah membayangkan langkah hidupnya akan membawanya ke kursi Wakil Menteri Koperasi.
Perempuan yang tumbuh dan berkecimpung di organisasi akar rumput Nahdlatul Ulama (NU) ini mengaku masih tertegun saat Presiden Prabowo Subianto memintanya bergabung ke Kabinet Merah Putih.
“Sebagai orang desa dan aktivis, saya tidak pernah bermimpi menjadi wakil menteri, apalagi di usia yang masih relatif muda,” ujar Farida, mengenang momen itu dalam wawancara eksklusif bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, di studio Tribunnews, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Farida juga, mengisahkan momen ketika dipanggil Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), pada September lalu untuk ditugaskan membantu Presiden Prabowo.
Sejak berkader di PKB pada 2014, Farida menyadari partai memiliki proses antrean dan kaderisasi yang panjang.
Karena itu, ia menilai kepercayaan yang diterimanya merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo memberi ruang lebih besar bagi generasi muda—terutama perempuan—untuk berperan di pemerintahan.
Perjalanan Farida tidak langsung mulus.
Ketika pertama kali masuk Kementerian Koperasi, ia mengaku sempat gamang.
“Kalau dibilang kesasar, mungkin bisa jadi begitu,” ujarnya sambil tersenyum.
Tetapi rasa ragu itu perlahan berubah menjadi keyakinan.
Setelah mendalami lebih jauh, ia menemukan bahwa koperasi bukan hanya soal ekonomi. Ada nilai-nilai yang sangat dekat dengannya: kelembagaan, kaderisasi, gotong royong—persis seperti yang ia hidupi di NU dan PKB.
“Setelah masuk lebih dalam, ternyata saya kesasar di tempat yang tepat,” ucapnya.
Farida juga menyinggung visi Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang menekankan penguatan koperasi bukan sekadar program, melainkan sebuah gerakan.
Pendekatan ini terasa sangat akrab bagi Farida, yang telah lama hidup dalam kultur organisasi kemasyarakatan.