Sabtu, 16 Mei 2026

Alarm Bahaya Digital: Anak SD Kecanduan Game, Ada yang Dirawat di RSJ

Di tengah gemerlap teknologi digital, ancaman tersembunyi mulai mencengkeram generasi muda. 

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dodi Esvandi
Tribunnews/Fahdi Fahlevi
PLATFORM DIGITAL - Kepala Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Rusprita Putri Utami pada Talkshow "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" yang digelar di The Sultan Hotel, Jakarta, Sabtu (13/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Anak-anak sejak usia dini sudah akrab dengan ponsel pintar dan media digital, yang membentuk cara berpikir serta perilaku mereka sehari-hari.
  • Judi online, kecanduan gawai dan game, menjangkiti anak-anak mulai dari SD hingga SMA/SMK, bahkan ada kasus ekstrem yang berujung pada perawatan di Rumah Sakit Jiwa.
  • Kemendikdasmen menekankan perlunya peran orang tua, pendidik, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat pendidikan karakter sebagai benteng utama menghadapi dampak negatif teknologi digital.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Di tengah gemerlap teknologi digital, ancaman tersembunyi mulai mencengkeram generasi muda. 

Kepala Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Rusprita Putri Utami, menyebut generasi Alpha dan Beta lahir dalam pusaran “tsunami informasi” yang datang hanya dari genggaman ponsel pintar.

“Anak-anak kita terlahir sudah terpapar perkembangan teknologi yang dahsyat. Mereka mengalami tsunami informasi, hanya dari satu genggaman ponsel pintar,” ujar Rusprita dalam talkshow “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” di The Sultan Hotel, Jakarta, Sabtu (13/12/2025).

Ia menegaskan, media sosial dan platform digital kini bukan sekadar hiburan, melainkan faktor yang membentuk cara berpikir hingga perilaku anak sehari-hari. 
Dampaknya, kata Rusprita, sudah menjadi persoalan nasional.

Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah maraknya judi online. 

Baca juga: Kecanduan Judi Online, Sopir Curi Uang Majikan Rp 600 Juta di Jakarta Barat

“Banyak anak-anak kita, bahkan mulai dari SD, SMP, SMA hingga SMK sudah terjerat judi online,” ungkapnya.

Selain itu, kecanduan gawai dan game online juga kian meresahkan. 

Dalam kasus ekstrem, adiksi tersebut berujung pada gangguan mental serius. 

“Ada kasus-kasus yang sangat berat sampai harus masuk Rumah Sakit Jiwa karena saking adiksinya terhadap game online,” kata Rusprita.

Tak berhenti di situ, ia juga menyoroti paparan pornografi yang semakin mudah diakses anak. 

Menurutnya, dampak adiksi pornografi bahkan lebih merusak dibanding narkoba. 
“Adiksi terhadap pornografi ini disebut lebih merusak sel otak dibandingkan narkoba,” tegasnya.

Rusprita menekankan, fenomena ini menjadi alarm bagi orang tua, pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan. 

Pendidikan karakter sejak dini, menurutnya, adalah benteng utama agar anak-anak tidak hanyut dalam arus digital yang berbahaya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved