Banjir Bandang di Sumatera
Update Terbaru BNPB Banjir Bandang dan Tanah Longsor Sumatra: 1.006 Korban Jiwa, Terbanyak di Aceh
BNPB menyampaikan update penanganan banjir bandang dan tanah longor di Sumatra, tercatat ada 1.006 korban jiwa per Sabtu (13/12/2025) hari ini.
Ringkasan Berita:
- BNPB menyampaikan update terbaru mengenai jumlah korban jiwa, korban hilang, dan pengungsi banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra, Sabtu (13/12/2025).
- Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, tercatat saat ini ada 1.006 korban jiwa, dan 217 orang dilaporkan hilang di tiga provinsi, Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
- Saat ini, proses identifikasi korban jiwa sudah dilakukan dengan mengacu pada data catatan sipil.
TRIBUNNEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan update terbaru mengenai jumlah korban jiwa, korban hilang, dan pengungsi dari banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatra, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyatakan, proses identifikasi korban jiwa saat ini sudah dilakukan dengan mengacu pada data catatan sipil.
Sehingga, kini terdapat data baru.
Sebab, ada beberapa korban yang diketahui telah meninggal dunia sebelum terjadinya banjir bandang dan tanah longsor.
Hal ini diketahui karena banjir tidak hanya berdampak pada pemukiman, tetapi juga pemakaman.
"Untuk rekapitulasi umum hasil pencarian dan pertolongan, saat ini proses identifikasi dan pencocokan identitas saudara-saudara kita yang jadi korban bencana sudah mulai dilakukan dengan mengacu pada catatan sipil," kata Abdul dalam konferensi pers BNPB, Sabtu (13/12/2025).
"Sehingga, proses identifikasi ini memberikan data baru."
"Ada beberapa korban yang sudah dinyatakan meninggal sebelum bencana banjir. Karena bencana banjir ini tidak hanya berdampak di kawasan pemukiman, tetapi juga di lokasi-lokasi pemakaman."
Saat dilakukan pencocokan data catatan sipil, terdapat data dari jasad korban yang ternyata sudah dikebumikan sebelum bencana.
Oleh karena itu, data korban yang diketahui telah meninggal dunia sebelum bencana dikesampingkan oleh pihak BNPB.
Hasilnya, ada pengurangan pada data jumlah korban jiwa.
Baca juga: Prabowo Kompres Anak yang Sakit Saat Tinjau Posko Pengungsian Korban Banjir di Langkat Sumatra Utara
"Jadi, ada jasad-jasad yang ditemukan, yang setelah dilakukan identifikasi dan pencocokan identitas, by name by address, ada beberapa korban yang sudah dikebumikan sebelum bencana terjadi," jelas Abdul.
"Ini kemudian kita keluarkan dari data, sehingga dari pencatatan kita, ada pengurangan jumlah korban jiwa setelah pencocokan identitas di level kecamatan tadi dilakukan."
Abdul menjelaskan, penyesuaian dan pemutakhiran data akan terus dilakukan, sehingga didapat data yang tepat yang dapat dimanfaatkan untuk proses penanganan pasca-bencana terkait hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi para korban.
"Ini akan terus disesuaikan, sehingga kita akan memutakhirkan terus data ini, untuk memberikan data detail, by name by address nantinya, terkait dengan aspek-aspek yang akan disampaikan pascabencana yang berkaitan dengan pemulihan huntara, huntap, dan lain-lain," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Foto-udara-banjir-bandang-merendam-permukiman-dan-sawah-di-Aceh-Tengah-Aceh.jpg)