Sabtu, 18 April 2026

Hari Juang Kartika TNI AD Diperingati 15 Desember 2025, Berikut Sejarah dan Tema Perayaannya

Hari Juang Kartika TNI AD diperingati tiap tanggal 15 Desember, simak sejarah dan tema perayaannya tahun 2025 berikut ini.

HO/Puspen TNI
HARI JUANG KARTIKA - Gambar diunduh dari laman Puspen TNI, Senin (15/12/2025). Berikut sejarah Hari Juang Kartika, lengkap dengan tema perayaannya tahun 2025. 

TRIBUNNEWS.COM - Pada hari ini, Senin 15 Desember 2025 diperingati sebagai perayaan tertentu.

Setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Juang Kartika Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). 

Hari Juang Kartika TNI AD 15 Desember diperingati setiap satu tahun sekali.

Pada tahun ini, Hari Juang Kartika TNI AD dirayakan dengan tema "TNI AD Manunggal dengan Rakyat untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat,Sejahtera dan Maju".

Peringatan Hari Juang Kartika diperingati sejak 15 Desember 1945.

Baca juga: 40 Caption Hari Juang Kartika TNI AD 15 Desember 2025, Bisa Diunggah di Medsos

Sejarah Hari Juang Kartika TNI AD

Hari Juang TNI AD berawal dari adanya peristiwa Proklamasi Indonesia 17 Agustus 1945 tidak mampu menghentikan langkah Belanda untuk kembali menjajah. 

Isu kedatangan sekutu dengan memboncengi serdadu Belanda telah membangkitkan api revolusi dalam sukma rakyat untuk berkorban demi kedaulatan Indonesia.

Dikutip dari kemdikbud.go.id, euforia revolusi tanah air mendorong intelektual muda Indonesia untuk menghadapi tantangan sekutu dan Belanda.

Kemudian terjadilah peperangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, salah satunya melalui pertempuran Ambarawa.

Pada 20 Oktober 1945 tentara sekutu yang harusnya mengurus tawanan perang di penjara Ambarawa dan Magelang justru memboncengi NICA yang mempersenjatai tawanan tersebut. 

Untuk menengahi kejadian itu, Soekarno dan Brigjen Bethel melakukan perundingan gencatan senjata pada 2 November 1945.

Pada kenyataannya sekutu mengabaikan bunyi perjanjian yang telah disetujui bersama sehingga meletuslah pertempuran 20 November 1945 yang kemudian menjalar ke dalam kota pada 22 November 1945. 

Bala tentara sekutu melakukan pemboman ke pedalaman Ambarawa untuk mengancam kedudukan TKR. 

Ketika itu pasukan TKR yang terlibat menghadapi sekutu berjumlah 19 batalyon.

Baca juga: Peringatan Hari Juang Polri 2025 Digelar di Surabaya, Simak Sejarahnya

Pada 26 November terjadi pertempuran yang menewaskan Kolonel Isdiman yang digantikan oleh Kolonel Soedirman. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved