Kamis, 21 Mei 2026

Hari Bela Negara

Sejarah Hari Bela Negara 19 Desember, Diawali Agresi Militer Belanda II

Sejarah Hari Bela Negara pada 19 Desember 1948 diawali dengan Agresi Militer Belanda II dan penangkapan Soekarno-Hatta. Indonesia lalu membentuk PDRI.

Tayang:
Kemhan.go.id
HARI BELA NEGARA - Logo diunduh di laman Kementerian Pertahanan, Jumat (19/12/2025). Sejarah Hari Bela Negara pada 19 Desember 1948 diawali dengan Agresi Militer Belanda II dan penangkapan Soekarno-Hatta. Indonesia lalu membentuk PDRI. 

Peran PDRI ini menjadi bukti bahwa pemerintah Indonesia tidak bubar seperti yang diberitakan Belanda saat itu melalui radio Hilversum di Belanda.

Perjuangan itu berhasil mempertahankan kedaulatan Indonesia melalui perundingan Roem-Van Royen pada 7 Mei 1949, dengan Indonesia diwakili oleh Mohamad Roem dan Belanda diwakili oleh Dr. Jan Herman van Roijen.

Setelah Yogyakarta kembali, Syafruddin Prawiranegara selaku Ketua PDRI datang sendiri ke Yogyakarta untuk mengembalikan mandar PDRI kepada Presiden Ir. Soekarno dalam sidang kabinet yang dipimping oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta pada 13 Juli 1949, dikutip dari Kemenag.

Peristiwa Agresi Militer Belanda II hingga dibentuknya PDRI merupakan tonggak sejarah yang penting bagi rakyat Indonesia dalam menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tanggal pembentukan PDRI kemudian diperingati sebagai Hari Bela Negara.

Tahun ini, Kementerian Pertahanan menetapkan tema Hari Bela Negara yaitu “TEGUHKAN BELA NEGARA UNTUK INDONESIA MAJU”.

Kementerian Pertahanan juga merilis materi publikasi untuk memperingati Hari Bela Negara.

Materi Publikasi Hari Bela Negara 2025

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved