Tanggal 19 Desember Diperingati sebagai Hari Trikora, Berikut Sejarah, Isi, dan Kumpulan Ucapannya
Hari Trikora diperingati tiap tanggal 19 Desember, simak sejarah beserta isi dari Trikora, lengkap dengan kumpulan ucapannya berikut ini.
TRIBUNNEWS.COM - Hari ini, 19 Desember 2025, diperingati sebagai Hari Tri Komando Rakyat (Trikora).
Hari Trikora ini dirayakan untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut Irian Barat sebagai bagian dari wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Operasi militer Trikora berperan penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Mengutip dari dishubpar.sulselprov.go.id, Trikora ini dirumuskan oleh Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat (KOTI Pemirbar) pada 14 Desember 1961.
Kemudian Trikora ini diumumkan pada 19 Desember 1961 oleh Presiden Sukarno.
Baca juga: Tanggal 18 Desember 2025 Memperingati Hari Apa? Ada Hari Migran Internasional
Isi Trikora
- Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda kolonialis
- Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia
- Bersiap untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.
Baca juga: 19 Desember Diperingati sebagai Hari Bela Negara, Simak Sejarah, Ucapan dan Temanya Tahun 2025
Sejarah Hari Trikora
Pada 19 Desember 1961, di Yogyakarta, Presiden Sukarno telah merumuskan adanya Tri Komando Rakyat (Trikora).
Presiden Sukarno kemudian memberikan instruksi kepada Panglima Mandala untuk menyelenggarakan operasi militer dengan tujuan mengembalikan wilayah Irian Barat.
Operasi militer tersebut rencananya dilakukan dalam 3 fase yaitu infiltrasi (penyusupan pasukan), eksploitasi (serangan terbuka), dan konsolidasi (menegakkan kekuasaan secara penuh di seluruh Irian Barat).
Trikora sendiri merupakan operasi militer yang dibuat untuk tujuan mengembalikan Irian Barat ke Indonesia.
Hal ini dilakukan karena Belanda sempat ingin menjadikan Irian Barat sebagai negara boneka.
Masalah ini bermula dari Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda, pada 2 November 1949 terkait rencana pengakuan kedaulatan terhadap Indonesia oleh Kerajaan Belanda.
Terdapat satu persoalan penting yang belum disepakati, yakni mengenai status Irian Barat.
Indonesia maupun Belanda merasa lebih atas wilayah di bagian timur Kepulauan Nusantara itu.
Lantaran tidak dicapai titik temu, akhirnya KMB memutuskan bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam waktu setahun ke depan.
Namun, hingga 12 tahun berselang, persoalan itu belum juga dibahas lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pemesanan-kalender-2024-meningkat-jelang-akhir-tahun_20231208_213810.jpg)