Sabtu, 25 April 2026

GP Ansor Ungkap 5 Manfaat Strategis Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah

Pembangunan kampung haji oleh Danantara atas arahan Presiden Prabowo memiliki manfaat strategis dan jangka panjang bagi jamaah haji Indonesia

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Erik S
HO/IST/Istimewa/HO
KAMPUNG HAJI - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Addin Jauharudin, mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan strategis yang memerintahkan Danantara membangun kampung haji di Makkah. 

Ringkasan Berita:
  • Pimpinan Pusat GP Ansor mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan strategis yang memerintahkan Danantara membangun kampung haji di Makkah.
  • Ketua Umum GP Ansor Addin menilai kebijakan ini visioner karena menjamin akomodasi yang layak.
  • GP Ansor memandang pembangunan kampung haji sebagai langkah penting menuju kemandirian bangsa.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengatakan pembangunan kampung haji di Makkah, Arab Saudi sebagai langkah strategis, visioner, dan berpihak langsung pada kepentingan umat, khususnya jamaah haji Indonesia yang setiap tahunnya berjumlah sangat besar.

Selain itu pembangunan kampung haji meningkatkan kenyamanan jamaah haji Indonesia.

Baca juga: MUI Sebut Kampung Haji Indonesia Inovasi Pelayanan Haji, Minta Transparansi dan Kehati-hatian

“Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia, dengan lebih dari 240 ribu jamaah yang diberangkatkan setiap tahun. Karena itu, penyediaan akomodasi yang layak, aman, dan terjamin menjadi kebutuhan mendesak. Kami mengapresiasi Presiden Prabowo yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap kenyamanan jamaah haji melalui kebijakan ini,” ujar Ketua GP Addin Jauharudin, Sabtu (20/12/2025).

Menurut Addin, pembangunan kampung haji oleh Danantara atas arahan Presiden Prabowo memiliki manfaat strategis dan jangka panjang bagi jamaah haji Indonesia, antara lain:

1. Menjamin kenyamanan dan keselamatan jamaah, terutama jamaah lanjut usia, dengan standar layanan yang lebih terkontrol.

2. Kedekatan lokasi hotel dengan pusat ibadah, sehingga mengurangi kelelahan fisik jamaah dan meningkatkan kekhusyukan beribadah.

3. Efisiensi biaya jangka panjang, karena kepemilikan aset sendiri dapat menekan biaya sewa hotel yang selama ini menjadi komponen besar dalam biaya haji.

4. Perlindungan dan kepastian layanan, sehingga jamaah tidak bergantung sepenuhnya pada pihak ketiga.

5. Penguatan kemandirian bangsa dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

“Langkah ini menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, negara hadir secara konkret dalam melayani umat. Ini bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi ikhtiar menjaga martabat jamaah haji Indonesia,” kata Addin.

GP Ansor memandang kebijakan ini sebagai tonggak penting dalam reformasi tata kelola haji Indonesia yang lebih profesional, berkeadilan, dan berorientasi pada pelayanan jamaah.

“Kami berharap langkah ini membawa keberkahan, meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji, dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” kata Addin.

Diberitakan sebelumnya, Danantara Indonesia, melalui Danantara Investment Management (DIM), mengumumkan penandatanganan perjanjian terkait akuisisi dengan Thakher Development Company yang mencakup aset perhotelan dan real estat yang berlokasi di dalam kawasan Thakher City.

Kawasan Thakher City adalah sebuah pengembangan kawasan terpadu yang terletak sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Al-Haram di Makkah.

Transaksi ini mencerminkan langkah awal Danantara Indonesia dalam memasuki sektor hospitality di Makkah dan merupakan bagian dari strategi jangka panjang dan bertahap untuk mendukung upaya peningkatan layanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved